(Taiwan, ROC) --- Platform pengiriman Uber Eats awalnya berencana mengakuisisi Foodpanda, tetapi akhirnya ditolak oleh otoritas Fair Trade Commission (FTC). Baru-baru ini tersiar kabar bahwa dikarenakan kedua perusahaan tidak dapat diakuisisi, maka Uber Eats harus membayar denda sebesar NT$ 8,2 miliar.
Meskipun tidak jadi diakuisisi, pangsa pasar kedua pemain besar ini mengalami perubahan, posisi Foodpanda yang sebelumnya dianggap sebagai pemimpin pasar mungkin tidak bisa dipertahankan.
Drama akuisisi dari kedua perusahaan jasa pengantar makanan di Taiwan ini sungguh berliku. Pada 14 Mei 2024, Uber Eats mengumumkan akan menggelontorkan NT$ 30,8 miliar untuk mengakuisisi Foodpanda. Pada akhir tahun, tepatnya tanggal 25 Desember 2024, FTC secara resmi menolak akuisisi tersebut, dengan alasan kekhawatiran akan dominasi pasar dan pengaruh yang terlalu besar terhadap biaya pengiriman dan komisi, yang dinilai akan tidak adil bagi pasar.
Pada Maret tahun ini, Uber Eats mengumumkan pembatalan akuisisi, tapi harus membayar denda pemutusan sebesar NT$8,2 miliar.
"Lebih baik ada lebih banyak pilihan, karena kita juga bisa membandingkan, melihat mana yang lebih menguntungkan, baru memutuskan mau pesan dari mana," ujar salah seorang warga.
"Jika dua pemain besar merger pasti akan ada area yang tumpang tindih untuk kurir pengiriman, terpaksa kehilangan pekerjaan atau pengurangan biaya layanan. Dari sudut pandang lain, biaya layanan untuk restoran juga akan naik, bahkan dalam prosesnya, karena monopoli pasar dapat membuat kualitas layanan pelanggan menurun," terang pakar pemasaran Tang Yuan-jun.
Meski akuisisi gagal, Uber Eats tidak sepenuhnya kalah. Dalam 2 tahun terakhir tingkat penggunaan platform pengiriman, Uber Eats mengejar dengan sangat cepat, dengan selisih yang menurun tajam dari 16% menjadi 7,5%.
Selain perbedaan pengalaman pengguna, dibandingkan Foodpanda yang gencar mendorong diskon dengan kode promo, Uber Eats mengambil langkah besar dengan menggunakan bintang terkenal sebagai brand ambassador kreatif.
Namun, perusahaan induk Foodpanda, Delivery Hero, saat ini masih dalam kondisi terus merugi. Apakah akan ada platform lain yang akan mengakuisisinya, masih memerlukan pengamatan berikutnya.