(Taiwan, ROC) – Menteri Ekonomi J.W. Kuo (郭智輝) mengusulkan kebijakan luar negeri “Pusat Industri Taiwan di Luar Negeri” dan berencana membangun kawasan industri Taiwan di luar negeri. J.W. Kuo (郭智輝) menyatakan bahwa tahun ini akan berfokus pada Amerika Serikat (AS), Jepang, Eropa Tengah dan Timur, serta Asia Tenggara, dengan Filipina yang sudah dipilih sebagai lokasi utama. Saat ini, evaluasi akhir sedang dilakukan dan selanjutnya akan diajukan ke Yuan Eksekutif untuk disetujui. Dirinya juga menekankan bahwa langkah pertama adalah membangun industri energi bersih di Filipina, lalu mengintegrasikan sumber daya untuk membangun kawasan industri dan menarik perusahaan Taiwan untuk bergabung.
Menko J.W. Kuo (郭智輝) mendorong kebijakan “Pusat Industri Taiwan di Luar Negeri” untuk memperkuat rantai pasokan dengan melibatkan perusahaan besar dan membantu perusahaan kecil untuk mengembangkan pasar global. Langkah konkret yang akan diambil termasuk membangun kawasan industri yang menyediakan lingkungan produksi yang berkualitas, serta mendirikan zona perdagangan bebas yang memberikan keuntungan tarif.
Setelah lebih dari 9 bulan menjabat, Menko J.W. Kuo (郭智輝) menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan mitra dagang yang terpercaya untuk membangun industri unggulan seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) membangun pusat produksi di luar negeri. Tujuannya adalah untuk mencapai ekspansi yang cepat dan langsung ke pasar global, dengan didukung oleh langkah-langkah penghindaran pajak berganda, sehingga industri yang berkembang nantinya dapat membayar pajak di Taiwan. Dirinya juga menekankan bahwa kawasan industri ini diharapkan dapat berfokus pada sektor-sektor tertentu, bukan menjalankan berbagai bidang, agar dapat mengurangi modal transaksi.
Menko J.W. Kuo (郭智輝) mengungkapkan bahwa tahun ini akan berfokus pada pendirian kawasan industri di AS, Jepang, Eropa Tengah dan Timur, serta Asia Tenggara, dengan Filipina sebagai lokasi yang menjanjikan. Saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi akhir, dan jika dipastikan layak, maka rencana ini akan diajukan ke Yuan Eksekutif untuk disetujui, dan akan segera dipromosikan secara resmi setelah mendapatkan persetujuan.
Dalam hal pendirian zona perdagangan bebas, Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan menyatakan bahwa mereka akan berusaha untuk membebaskan pajak impor, dengan hanya pengenaan pajak saat pengiriman barang. Selain itu, dalam manajemen pergudangan, pihaknya akan membangun gudang pengiriman, logistik, manajemen rantai pasokan, perakitan sederhana, perbaikan, pemrosesan lanjutan, atau manufaktur, serta menyediakan layanan keuangan seperti konversi mata uang asing dan transaksi valuta asing.
MOEA juga mengumumkan bahwa setelah pembukaan Pusat Perdagangan dan Investasi Taiwan di Republik Ceko pada Desember tahun lalu, Pusat Perdagangan Taiwan di Fukuoka, Jepang akan resmi dibuka pada bulan April tahun ini.