History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CIER Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Sebesar 3,22%, CPI Naik 1,93%

  • 18 January, 2025
  • 李珮菁
CIER Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Sebesar 3,22%, CPI Naik 1,93%
Institut Penelitian Ekonomi Chung-hwa (CIER) telah merilis prediksi terbaru tentang pertumbuhan ekonomi.

(Taiwan, ROC) -- Institut Penelitian Ekonomi Chung-hwa (CIER) pada 16 Januari lalu merilis prediksi terbaru tentang pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Taiwan akan mencapai 3,22%, dengan pola pertumbuhan yang stabil baik di pasar domestik maupun internasional. Sementara itu, tingkat inflasi diperkirakan akan tetap terkendali, dengan kenaikan tahunan Indeks Harga Konsumen (CPI) sekitar 1,93%, sedikit di bawah 2,0%, dengan asumsi tarif utilitas domestik tidak mengalami kenaikan.

CIER memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan sepanjang tahun 2025 akan mencapai sekitar 3,22%. Tingkat pertumbuhan ini diperkirakan akan meningkat secara bertahap setiap kuartal, dari 1,91% pada kuartal pertama menjadi 4,02% pada kuartal keempat. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan tahun 2024, yaitu 4,3%, dengan penurunan sebesar 1,08%.

Direktur CIER Lian Xian-ming (連賢明) menjelaskan bahwa angka pertumbuhan yang sudah tinggi pada tahun lalu, ditambah dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menggambarkan situasi ekonomi tahun ini “optimis dan hati-hati”, dengan pertumbuhan yang relatif seimbang antara permintaan domestik dan perdagangan internasional. Risiko terbesar tetap pada arah kebijakan politik dan ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Mengenai inflasi, Lian Xian-ming mengatakan bahwa dengan asumsi tidak ada kenaikan tarif utilitas domestik, tingkat kenaikan tahunan CPI Taiwan pada tahun 2025 diperkirakan sebesar 1,93%, sedikit di bawah 2,0%. CIER juga mengingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik, termasuk ancaman Trump untuk memberlakukan tarif tambahan jika terpilih kembali, dapat menyebabkan kenaikan harga komoditas utama dan bahan baku di pasar internasional.

Komentar

Terbarumore