(Taiwan, ROC) - Terpengaruh ketidakpastian politik dan ekonomi global, kinerja ekspor mesin perkakas Taiwan turun ke titik terendah pada tahun 2024; sementara menghadapi segera untuk kedua kali menjabatnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, ketidakpastian masih tinggi dalam dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, namun juga membawa harapan dan peluang baru, termasuk prospek positif bahwa perang Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina mungkin akan berakhir dalam 3 hingga 6 bulan ke depan.
Untuk itu, kondisi paruh pertama tahun ini tidak akan terlalu baik, tapi berhubung tidak ada kondisi untuk kelesuan lebih lanjut, industri mesin perkakas diperkirakan akan pulih dengan baik pada paruh kedua tahun ini, dan dengan adanya peluang pemulihan, diperkirakan nilai produksi dan ekspor mesin perkakas akan tumbuh sebesar 5% hingga 10% pada tahun ini.
Demikian berdasarkan laporan prospek perindustrian terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Pembuat Mesin Perkakas dan Aksesori Taiwan (Taiwan Machine Tool & Accessory Builders' Association/TMBA) pada hari Senin.
Direktur TMBA Yang Te-hua (楊德華) mengatakan, “Pertama, perang Timur Tengah kini sudah mendekati akhirnya dan seharusnya dapat dihentikan. Mengenai perang Rusia-Ukraina, Trump tidak meyakinkan bahwa perang itu akan berakhir pada hari pertamanya menjabat, jadi mungkin perang itu akan berakhir dalam tiga hingga enam bulan. Kunci peluang pemulihan di paruh kedua tahun ini adalah perang Rusia-Ukraina dan perang Timur Tengah. Setelah perang berakhir, semua orang mungkin memulai lagi, jadi ada peluang pemulihan.”
Sementara itu, Direktur TMBA Patrick Chen (陳伯佳) mengemukakan bahwa sebagian besar anggota mengantisipasi pertumbuhan pendapatan pada tahun ini, tapi banyak ketidakpastian dalam ekspor. Menurutnya, bagaimana menyesuaikan strategi bisnis dan meningkatkan daya saing produk adalah kunci untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan mencapai pertumbuhan 5% hingga 10% yang diperkirakan untuk tahun ini.