History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Lai: Taiwan Berlanjut Mendalami Diversifikasi Energi Hijau, Penerapan AI Memperlaju Transformasi Emisi Nol Bersih

  • 09 January, 2025
  • 鄭蕙玲
Presiden Lai: Taiwan Berlanjut Mendalami Diversifikasi Energi Hijau, Penerapan AI Memperlaju Transformasi Emisi Nol Bersih
Presiden Lai Ching-te menghadiri acara Science and Technology Advisory Meeting tahun 2025 (foto: NSCT)

(Taiwan, ROC) Science and Technology Advisory Meeting tahun 2025 telah berakhir kemarin (8/1). Dewan Nasional Sains dan Teknologi (NSTC) merilis naskah pers dan menyampaikan, Preside Lai Ching-te dalam sambutan acara pembukaan yang berlangsung pada tanggal 7 Januari mengemukakan, di masa mendatang Taiwan akan terus mendalami diversifikasi energi hijau dan memanfaatkan AI dan teknologi terkait lainnya untuk mempercepat transformasi net-zero, dan pro-aktif membangun Taiwan menjadi pulau kecerdasan buatan.

Dalam naskah pers, NSTC menyampaikan, pertemuan penasihat sains dan teknologi Yuan Eksekutif tahun 2025 menetapkan misi dan visi “mencapai pembangunan ekonomi, keamanan nasional, komunitas Taiwan keberlanjutan melalui jalur net-zero”, berorientasi pada dampak dan adaptasi perubahan iklim, yang difokuskan pada 2 tema pokok yakni energi rendah karbon dan dekarbonisasi.

NSTC mengutip, sambutan yang disampaikan Presiden Lai Ching-te saat acara pembukaan pada tanggal 7 Januari, setelah menjabat pada tahun 2024, terbentuk Komite Penanggulangan Perubahan Iklim Istana Kepresidenan yang memimpin kalangan industri, pemerintah, akademisi dan peneliti untuk mempromosikan berbagai upaya menanggapi perubahan iklim, dengan target mencapai nol bersih pada tahun 2050. Saat memajukan perekonomian juga mempertimbangkan pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi hijau dan inklusif, agar dapat mentransformasi perusahaan menjadi berkompetitif, masyarakat sosial yang tangguh dan kehidupan semakin dapat berkelanjutan.

Presiden Lai Ching-te mengatakan, di masa depan Taiwan akan terus memperdalam upayanya dalam mendiversifikasi energi ramah lingkungan, memanfaatkan teknologi terkait termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat laju transformasi net-zero, dan secara aktif membangun Taiwan menjadi pulau AI energi hijau.

PM Cho Jung-tai menekankan, bahwa teknologi menjadi solusi penting terhadap perubahan iklim, pemerintah secara bersamaan juga akan mempromosikan kontruksi hukum dan pengembengan sains teknologi, menitikberatkan pada lingkungan hukum untuk perubahan iklim dan penarifan tarif karbon, untuk menjamin agar Taiwan menjadi negara energi aman sebelum tahun 2030, tahun ini akan mengupayakan pengembangan diversifikasi energi hijau, efisiensi daya energi, penyimpanan energi berteknologi, dan ketahanan jaringan untuk mencapai transformasi energi sekunder.

PM Cho Jung-tai menunjuk, dalam rangka membantu usaha kecil dan menengah(UKM), secara bersamaan meningkatkan daya saing mereka selama proses transformasi sumbu ganda dan menjadi landasan yang kokoh bagi industri teknologi tinggi Taiwan, UKM akan didukung untuk berkembang secara berkelanjutan. Melalui metode yang membawa hal-hal besar ke hal-hal kecil; melalui penerapan perencanaan strategis secara keseluruhan, Taiwan dapat bertransformasi menjadi pulau AI dan masyarakat digital baru, menuju Smart Taiwan 2.0.

Menteri Dewan Nasional Sains dan Teknologi (NSTC) Wu Cheng-wen (吳誠文) mengatakan, adaptasi perubahan iklim, emisi nol bersih, dan transformasi energi telah menjadi tren global dalam beberapa tahun terakhir dan juga merupakan tantangan besar dalam negeri melalui konsultasi kelas tinggi untuk ilmu pengetahuan, kebutuhan dan tantangan pembangunan, serta rekomendasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Taiwan di masa depan, sebagai referensi bagi pemerintah untuk merencanakan investasi penelitian ilmiah jangka panjang dan mendorong pengembangan industri. Selain memungkinkan dunia untuk lebih memahami strategi Taiwan, hal ini juga memungkinkan kekuatan sains dan teknologi Taiwan yang kuat untuk terhubung erat dengan kemitraan global, dan bersama-sama menanggapi tantangan-tantangan besar.

Komentar

Terbarumore