(Taiwan, ROC) Hari terakhir tahun 2024, Presiden Lai Ching-te mengharapkan agar sidang pembacaan ke-3 Yuan Legislatif beberapa hari yang lalu meloloskan “alokasi rencana pendapatan dan belanja”, pada tahun yang baru ini, masih dapat melakukan pembahasan perbaikan yang diharapkan agar kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat tidak mendapat pengaruh. Ada pakar yang mengimbau agar masing-masing dari partai berkuasa dan oposisi mundur selangkah. Berkaitan dengan “UU Rencana Keuangan” tidak mengusung penafsiran, tidak ada peninjauan ulang, mendahulukan anggaran tahun ini, tahun depan baru melaksanakan kebijakan baru. Sehubungan dengan hal ini, Menteri Keuangan Chuang Tsui-yun (莊翠雲) mengatakan, “Sebelumnya telah kami nyatakan dengan jelas pada tahun 2025 telah dimulai, tiap tugas pekerjaan tetap harus berjalan, harus ada kemajuan, maka kami juga mengharapkan Yuan dapat segera meloloskan anggaran tahun 2025, agar pelaksanaan kebijakan tidak mendapat pengaruh. Berterima kasih kepada Yuan Legislatif dapat membantu kami memeriksa anggaran ini, berkaitan dengan pertanyaan yang dilontarkan yaitu meloloskan “UU Rencana Keuangan”, dikarenakan kausal yang tertulis seperti demikian, dengan kata lain, berlaku setelah diumumkan, jadi penyesuaian apa sajakah yang harus dilakukan?
Dirjen DGBAS (Direktorat Jenderal Budjet, Akutansi dan Statistik) Chen Shu-tzu saat interpelasi menyampaikan, pada konsep uang ditransfer kewenangan, alokasi pendapatan harus disertai dengan peninjauan kembali kewenangan. Mengenai amandemen "Undang-Undang Rencana Keuangan", undang-undang tindakan administratif yang relevan juga akan diubah, untuk tugas-tugas yang sepantasnya dialihkan ke pemerintah daerah. Legislator juga mempertanyakan kepada Menkeu Chuang Tsui-yun, apakah saat ini sudah ada perencanaan terkait pekerjaan manakah yang akan dialihkan ke daerah mana? Berhubungan dengan hal ini, Menkeu Chuang Tsui-yun mengatakan, masih menunggu pembahasan dari berbagai instansi Yuan Eksekutif, baru memutuskan tugas pekerjaan yang akan dialihkan.