History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Simpanan RMB Domestik Turun di Bawah 130 Miliar, Pakar: Jatuh di Bawah 100 Miliar Hanya Masalah Waktu

  • 17 December, 2024
  • 曾秀情
Simpanan RMB Domestik Turun di Bawah 130 Miliar, Pakar: Jatuh di Bawah 100 Miliar Hanya Masalah Waktu
RMB

(Taiwan, ROC) -- Bank Sentral Republik Tiongkok (Taiwan) mengumumkan bahwa saldo simpanan Renminbi (RMB) domestik Taiwan pada bulan November mencapai RMB$125,553 miliar, meningkat sebanyak RMB$2,909 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menandari peningkatan selama dua bulan berturut-turut. Namun sejak akhir tahun 2018 ketika saldo simpanan RMB domestik turun di bawah RMB$300 miliar, angka ini telah mengalami penurunan selama enam tahun berturut-turut. Tahun ini, saldo tersebut sebagian besar berkisar di antara RMB$120-130 miliar.

Para pakar menunjukkan bahwa Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dalam upaya menyelamatkan ekonominya akan terus memangkas suku bunga dan menurunkan persyaratan cadangan bank pada tahun depan. Ketika Taiwan pertama kali membuka simpanan dalam mata uang RMB, tingkat suku bunga bisa mencapai 4%. Pada akhir Juni 2015, simpanan RMB bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yakni sebesar RMB$338,2 miliar. Namun, seiring dengan penurunan bertahap suku bunga simpanan RMB, ditambah dengan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) yang memperlebar selisih bunga antara AS dan RRT, daya tarik RMB pun semakin berkurang.

Selain itu, setelah perang dagang antara AS dan RRT dimulai, nilai tukar RMB terhadap dolar AS terus melemah. Dalam beberapa tahun terakhir, Negeri Tirai Bambu juga menghadapi masalah gelembung property, yang membuat ekonomi Negeri Panda berada dalam fase “pemulihan dan stabilisasi”. Dengan kebijakan moneter yang sangat longgar, perkembangan simpanan RMB di luar negeri semakin terhambat.

Kepala Strategi Valuta Asing Bank Taishin, Chen You-zhong (陳有忠) menyatakan bahwa Negeri Paman Sam terus memberlakukan tarif tinggi terhadap RRT. Untuk menghindari kerugian besar bagi eksportir, Negeri Panda harus membiarkan nilai tukar RMB terus melemah hingga ke tingkat tertentu. Ketika mata uang melemah, baik harga maupun nilainya akan menyusut.

Ditambah lagi, Negeri Tirai Bambu terus memangkas suku bunga tahun ini dan telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan penurunan suku bunga tahun depan guna menyelamatkan ekonomi. Dengan kondisi ini, suku bunga simpanan RMB tidak lagi menarik bagi masyarakat Taiwan, sehingga jatuhnya saldo simpanan RMB domestik di bawah RMB$100 miliar hanya tinggal menunggu waktu.

Para pakar juga menunjukkan, RRT telah memberikan sinyal kepada bank investasi bahwa nilai tukar RMB tahun depan kemungkinan akan didepresiasi hingga 7,5. Saat ini hanya bisa melihat apakah pihak RRT mampu dalam menjaga nilai tersebut, karena jika pelemahan RMB terlalu besar, maka kinerja pasar saham juga akan memburuk. Jika terjadi penurunan tajam baik di pasar saham maupun mata uang, maka arus modal keluar akan semakin cepat. Hal ini berpotensi memicu “Krisis Lehman versi Tiongkok”, yang akan semakin memperburuk masalah properti di Tiongkok.

Para pakar juga menilai jika Negeri Panda harus memerhatikan sikap dari pihak Negeri Paman Sam. Jika RMB terus melemah secara sepihak tanpa mengikuti tren mata uang Asia lainnya, maka surplus perdagangan RRT dengan AS akan semakin besar. Hal ini dapat membuat RRT masuk ke dalam daftar negara manipulator perdagangan dari Departemen Keuangan AS. Jika hal tersebut terjadi, AS berkemungkinan akan lebih lanjut meningkatkan tarif, yang akan semakin merugikan RRT. Oleh karena itu, Negeri Tirai Bambu perlu mengatur pelemahan nilai tukar RMB dengan sangat hati-hati tahun depan.

Komentar

Terbarumore