(Taiwan, ROC) – Menteri Ekonomi Taiwan J.W. Kuo (郭智輝) dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media, kembali membahas rencana Filipina untuk membeli listrik hijau. Kuo menyatakan bahwa Filipina memiliki kondisi alam yang lebih baik, sehingga dengan skala ekonomi yang tepat dan kombinasi produk listrik hijau, ditambah dengan biaya kehilangan daya selama transmisi, maka harga per kWh tidak akan melebihi 4 dolar Taiwan, setara dengan biaya pembangkitan listrik di Taiwan.
Dalam wawancara yang dilaksanakan pada hari ini (1/11), Kuo menggemukakan bahwa angka biaya pembelian listrik hijau ini dihitung oleh banyak ahli dan akademisi. Dirinya juga menegaskan, “Jika saya yang membeli listrik, maka saya tidak akan membelinya jika lebih dari 4 dolar Taiwan.
Mengenai persetujuan tahap kedua evaluasi lingkungan untuk pembangkit listrik tenaga gas di Pembangkit Listrik Taichung yang disetujui oleh mantan Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花), rencana ini awalnya mengikuti konsep “tambah satu, bongkar satu”. Namun, akhirnya diputuskan untuk menambah sebanyak empat unit pembangkit listrik tenaga gas, sementara hanya dua unit pembangkit listrik tenaga batu bara yang akan dibongkar, dan Wali Kota Taichung Lu Shiow-yen (盧秀燕) pun mengkritik keras evaluasi lingkungan yang dinilainya melindungi pencemaran udara.
Menko J.W. Kuo (郭智輝) menanggapi dengan mengatakan bahwa beberapa pembangkit bisa dibangun dulu dan baru dibongkar ketika jumlahnya mencukupi, ada yang dibongkar dulu baru dibangun, dan juga ada yang dibangun dan dibongkar secara bertahap, serta merasa hal ini bukanlah masalah besar. Kup menegaskan akan pentingnya penurunan emisi karbon, dan dengan mengganti gas alam, emisi karbon pun akan berkurang secara signifikan.
Terakhir, Kuo juga menyinggung dampak taifun Kong-rey yang menyebabkan pemadaman listrik hingga 851.271 rumah tangga di Taiwan. Hingga pukul 8 pagi ini, sebanyak 746.607 rumah tangga sudah dipulihkan, sebanyak 104.665 rumah tangga lainnya masih dalam proses perbaikan, terutama di Yilan, Hualien, Taitung, dan daerah pegunungan, di mana pihak Taipower masih bekerja keras untuk memulihkan pasokan listrik.