(Taiwan, ROC) – Masalah kurangnya kelahiran di Taiwan kini semakin serius. Ketua Dewan Pembangunan Nasional (NDC), Paul Liu (劉鏡清) menyampaikan pada hari ini (24/10), bahwa dalam survei mereka menemukan alasan utama mengapa banyak perempuan tidak memilik anak adalah “karena tidak menemukan pasangan menikah yang ideal”. Ia mengungkapkan, bahwa rancangan undang-undang baru yang memperbolehkan perempuan lajang untuk menjalani inseminasi buatan akan diajukan.
Komite Ekonomi dari Yuan Legislatif mengundang Ketua Dewan Pembangunan Nasional (NDC), pejabat Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Kementerian Pendidikan (MOE), dan Kementerian Tenaga Kerja (MOL) untuk mendiskusikan “situasi persalinan Taiwan saat ini dan efektivitas tindakan penanggulangan, serta perbandingan daya saing retensi talenta dan kebijakan perekrutan antara Taiwan dan negara-negara Asia,” bersiap untuk diinterpelasi. Para legislator fokus pada cara pemerintah akan menanggulangi masalah rendahnya tingkat kelahiran.
Paul Liu menunjukkan, bahwa tingkat pernikahan Taiwan saat ini dendah dan kelahiran anak tertunda. Pemerintah akan menyediakan subsidi terkait infertilitas dan pembekuan sel telur bagi "mereka yang ingin memiliki anak tetapi mengalami kesulitan". Selain itu, dalam survei ditemukan, bahwa alasan utama mengapa banyak perempuan tidak memiliki anak adalah “tidak menemukan pasangan menikah yang ideal.” Ia juga mengungkapkan saat menjawab pertanyaan dari legislator Kuomintang (KMT) Chang Chia-chun (張嘉郡), bahwa ia berharap untuk memperkenalkan undang-undang baru yang mengizinkan perempuan lajang untuk melakukan inseminasi buatan. Ia mengatakan, “termasuk penguatan solusi infertilitas, seperti kemungkinan pembekuan sel telur, kami juga akan memiliki undang-undang baru yang mengizinkan perempuan lajang untuk menjalani inseminasi buatan dan suami yang ingin memiliki anak.”
Paul Liu juga menyebutkan, selain tidak menemukan pasangan yang cocok, survei juga menunjukkan bahwa masyarakat khawatir dengan tekanan membesarkan anak sekaligus merawat orang tuanya di saat yang sama. Oleh sebab itu, di masa depan akan dipertimbangkan kebijakan, seperti mengutamakan tinggal di perumahan sosial, untuk mengurangi tekanan mengurus orang tua.
Legislator dari Partai Demokratik Progresif (DPP), Chiu Yi-ying (邱議瑩) mempertanyakan, kurangnya kelahiran merupakan tren dunia, tapi mengapa kurangnya kelahiran di wilayah barat dan Eropa relatif lebih sedikit? Paul Liu menjawab, bahwa hal tersebut terkait dengan adat istiadat dan kebijakan. Terkait dengan adat istiadat, anak-anak yang lahir dari pernikahan adalah 75%, sementara anak-anak yang terlahir dari pernikahan di barat dan Eropa relatif lebih rendah, mereka tidak harus menikah baru memiliki anak.
Paul Liu mengutarakan, saat ini pemerintah memiliki kebijakan untuk mengurus anak usia 0-6 tahun bersama-sama, memberikan subsidi sebesar NT$7000 – NT$13.500. Dua minggu lalu, ada diskusi internal terkait subsidi tersebut, apakah akan ditambahkan antara NT$50 miliar hingga NT$100 miliar lebih, tapi untuk saat ini belum ada sumber keuangannya.