(Taiwan, ROC) -- Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) baru-baru ini mengumumkan tarif biaya karbon, yang memicu perhatian banyak orang. Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) dalam sambutannya di acara “Inisiatif Aksi Berkelanjutan ESG Yushan” menyatakan bahwa setiap reformasi penuh dengan tantangan, dan untuk melakukan reformasi dibutuhkan keberanian, dengan tujuan melindungi tanah air tercinta. Pemerintah akan bekerja sama dengan industri keuangan untuk mendorong transformasi hijau di kalangan usaha kecil dan menengah, menjadikan Taiwan sebagai pemain kunci yang tak tergantikan dalam isu pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional.
Bank Yushan telah memasuki tahun keempat dalam menginisiasi “Inisiatif Aksi Berkelanjutan ESG Yushan”, dan pada acara yang dihelat pada Jumat (18/10) ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴), Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chun (鄭麗君), dan Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啓明).
Wapres Hsiao dalam pidatonya menegaskan bahwa Taiwan harus menghadapi berbagai tantangan dengan pemikiran yang berkelanjutan untuk memastikan pembangunan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan masa depan. Guna mengintegrasikan sumber daya keuangan untuk mendukung transisi menuju emisi nol bersih, pemerintah juga secara aktif mengembangkan keuangan hijau, termasuk memperkuat regulasi, meningkatkan kemitraan publik-swasta, serta mengembangkan produk dan layanan yang lebih beragam. Selain itu, pemerintah juga secara giat membina talenta keuangan, mendukung transformasi digital, memperkuat keamanan siber, dan meningkatkan ketahanan finansial agar menjadi fondasi yang kokoh bagi keamanan keuangan.
Wapres Hsiao menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan ini akan menjadikan Taiwan sebagai pemain kunci yang tak tergantikan di kancah internasional dalam isu pembangunan berkelanjutan.
Terkait dengan pengumuman tarif biaya karbon oleh MOENV baru-baru ini, Wapres Hsiao menyatakan bahwa setiap reformasi tidaklah mudah, terutama yang tidak menyenangkan semua pihak, memerlukan perubahan besar, bahkan membutuhkan modal biaya yang sangat besar. Namun, untuk melaksanakan reformasi diperlukan keberanian, dan sumber kekuatan serta misi keberanian ini adalah untuk melindungi tanah air tercinta.
Wapres Hsiao menyebutkan bahwa dia yakin setiap orang di Taiwan memiliki misi tersebut. Tentu saja, dalam prosesnya mungkin akan dihadapi dengan tantangan yang cukup besar. Bagaimana mengintegrasikan sumber daya dari berbagai pihak, baik dari Komisi Pengawas Keuangan (FSC), Kementerian Perekonomian (MOEA), maupun lintas kementerian lainnya, diharapkan dapat membantu industri merasakan dukungan nyata dari pemerintah selama proses transisi. Pemerintah akan berperan sebagai pendukung utama bagi mereka.