History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hadiri Konferensi Kecerdasan Buatan 2024, Wapres Hsiao: Pemerintah Perlu Bersiap Lebih Awal untuk Menyambut Era Revolusi AI

  • 27 September, 2024
  • 陳柏萇
Hadiri Konferensi Kecerdasan Buatan 2024, Wapres Hsiao: Pemerintah Perlu Bersiap Lebih Awal untuk Menyambut Era Revolusi AI

(Taiwan, ROC) – Acara “Konferensi Tahunan Akademi AI Taiwan 2024” ke-7 yang digelar oleh Yayasan Akademi Kecerdasan Buatan (AI) Taiwan berlangsung pada tanggal 27-28 September di Taipei. Dalam acara pembukaan, Wakil Chairperson Wei Qi-lin (魏啟林) menyatakan bahwa sejak didirikan pada tahun 2018, Akademi AI Taiwan telah melatih lebih dari 11.000 alumni untuk 2.000 perusahaan, dan 90% perusahaan di antaranya telah menerapkan AI dalam operasi bisnis mereka. “Konferensi Tahunan Akademi AI Taiwan” setiap tahunnya mengumpulkan ribuan ahli, dan tahun ini mengusung tema “AI untuk setiap industri dan profesi”, berharap untuk meningkatkan daya saing industri tradisional Taiwan dan menjadikan Taiwan sebagai Pulau Kecerdasan Buatan.

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) yang diundang untuk memberikan sambutan pembukaan mengemukakan bahwa sejak menjabat sebagai wakil presiden, ia telah mengunjungi banyak industri yang berbeda dan mendengar keluhan yang paling umum dari masyarakat; pertama, kekurangan tenaga kerja; kedua, kurangnya talenta. Faktanya, banyak masalah kekurangan tenaga kerja dapat diatasi dengan AI, tetapi pertanyaannya adalah apakah Taiwan memiliki cukup talenta di bidang AI? Oleh karena itu, Akademi AI memainkan peran yang sangat penting.

Maka dari itu, Wapres Hsiao sangat menghargai kontribusi Akademi AI terhadap berbagai industri, dan sekaligus menekankan bahwa era revolusi AI telah tiba. Pemerintah harus dapat bersiap-siap lebih awal guna menghadapi tantangan yang dibawa oleh AI. Wapres Hsiao Bi-khim (蕭美琴) mengatakan, “ “Industrialisasi AI” dan “AI dalam Industri” di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Lai bukan lagi sekedar slogan belaka, tetapi sudah menjadi bagian dari pekerjaan dan kehidupan kita sehari-hari. Ini termasuk tantangan-tantangan di masa depan terkait kedaulatan AI, etika AI, moralitas, hak kekayaan intelektual, dan bahkan keamanan negara. Menggambarkan era AI senagai “evolusi” adalah hal yang wajar. Dalam revolusi ini, sektor swasta harus berada di garis depan, dan pemerintah harus dapat mengejar ketertinggalan dan bahkan merencanakan langkah-langkah ke depan untuk menghadapi tantangan-tantangan ini.”

Wapres Hsiao secara bersamaan juga menunjukkan bahwa di tingkat internasional, Taiwan sangat diakui dan dipandang positif, terutama dalam industri-industri canggih, termasuk industri IC dan proses produksi maju. Namun, Presiden Lai Ching-te (賴清德) sering menekankan bahwa strategi pengembangan ekonomi secara keseluruhan harus mencakup pembangunan yang seimbang dan pertumbuhan yang inklusif. Oleh karena itu, Taiwan tidak hanya memiliki industri ICT, tetapi juga berbagai industri lainnya yang perlu tumbuh secara seimbang. Pemerintah akan memanfaatkan kesempatan luar biasa yang dibawa oleh AI untuk memastikan bahwa hasil pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh setiap warga negara.

Komentar

Terbarumore