History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kenaikan Gaji Minimum Selama 9 Tahun Berturut-turut, Benarkah Manfaat Ini Hanya Dirasakan PMA?

  • 29 August, 2024
  • 鄭蕙玲
Kenaikan Gaji Minimum Selama 9 Tahun Berturut-turut, Benarkah Manfaat Ini Hanya Dirasakan PMA?
ilustrasi: pekerja (foto: Unsplash)

(Taiwan, ROC) Kementerian Ketenagakerjaan akan menggelar rapat komite peninjauan gaji minimum pada tanggal 4 September mendatang, masyarakat luar memprediksi kemungkinan kenaikan akan melebihi dari 4%, berarti angka gaji minimum tahun depan akan melebihi NT$ 28.000,- ; upah perjam sebesar NT$ 190,-, ini menjadi kenaikan gaji minimum selama 9 tahun berturut-turut, namun tidak sedikit masyarakat beranggapan kenaikan ini tidak merasakan manfaatnya, ada yang beranggapan hanya pekerja migran yang diuntungkan, apakah benar demikian?

Saat ini diterapkan gaji minimum sebesar NT$ 27.470, upah per jam NT$ 183, kenaikan gaji minimum telah berjalan selama 8 tahun berturut-turut. Kemenaker memprediksi, untuk gaji bulanan hampir 1,79 juta pekerja yang menikmati kenaikan ini, sedangkan upah per jam berkisar 60.000 pekerja, total pekerja yang mendapat manfaat ini hampir mencatat 2,4 juta orang. Sementara sebagian besar pekerja migran di Taiwan bekerja di sektor manufaktur dan rumah tangga, hanya pekerja sektor manufaktur yang mendapat kenaikan upahnya, sedangkan gaji pekerja sektor rumah tangga minimum NT$ 20.000,-

Dengan kata lain, hingga saat ini di Taiwan hanya berkisar 520.000 pekerja migran sektor formal yang menikmati kenaikan gaji minimum, sebagian besar 1,88 juta adalah pekerja lokal, tidak seperti yang dikira masyarakat luar, kenaikan gaji minimum “hanya dinikmati oleh pekerja migran”.

Masa lalu pernah ada kelompok bisnis beranggapan semestinya gaji pekerja lokal dan pekerja migran terpisah, Ketua Taiwan Confideration of Trade Unions, Tai Kuo-rung(戴國榮) beranggapan, gaji pekerja migran harus tertaut dengan gaji minimum, tidak boleh terpisahkan, saat ini ekonomi ASEAN tengah tumbuh, ditambah lagi Taiwan bersaing dengan Jepang dan Korea, apabila gaji ditekan semakin rendah, maka minat datang bekerja di Taiwan akan semakin rendah pula.

Berkaitan dengan kenaikan gaji minimum selama beberapa tahun, namun masyarakat merasa tidak memberikan manfaat, Tai Kuo-rung menganalisa, lulusan fresh graduated yang baru terjun kerja sebesar 24,9% akan menerima gaji minimum, sebagian besar bekerja di sektor layanan jasa, maka kenaikan gaji ini akan memberikan manfaat kepada generasi muda ini, tentunya disesuaikan dengan masa kerja, sebagian besar gaji sudah mencapai di atas standar.

Tai Kuo-rung beranggapan, sidang pembacaan ketiga Yuan Legislatif sebelumnya telah meloloskan peraturan pengembangan industri kecil menengah, asalkan industri kecil menengah merekrut pekerja, mendapat keringanan pengurangan omzet pendapatan 200%, jika perusahaan menerapkan kenaikan gaji karyawan maka keringanan pengurangan omzet pendapatan 175%, maka di masa mendatang masyarakat akan merasakan manfaat dari kenaikan upah minimum ini. Tai Kuo-rung mengatakan , “Dengan kata lain, ketika industri UKM merekrut seorang karyawan, maka dapat dilaporkan sebagai biaya pengeluaran, semula gaji bulanan karyawan NT$ 30.000,- dapat dilaporkan menjadi NT$ 60.000,-; jika menaikkan gaji karyawan, tambahan gaji NT$ 1.000,- maka dapat dilaporkan biaya pengeluaran NT$ 1.750,- maka perusahaan yang merekrut karyawan atau menaikkan gaji karyawan, maka mendapat keringanan pengurangan omzet pendapatan lebih tinggi dari nominal riil.”

Tai Kuo-rung menekankan, diyakini di masa mendatang perusahaan UKM bersedia merekrut karyawan, menaikkan gaji karyawan, tidak hanya dapat meredakan krisis tenaga kerja, gaji pendapatan di Taiwan secara menyeluruh juga meningkat, maka pemerintah semestinya melakukan sosialisasi dengan gencar.

Komentar

Terbarumore