History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Cho Menghadiri KTT Modal Ventura 2024, Berharap Menjadikan Taiwan Sebagai Pengekspor Solusi Inovatif dalam 10 Tahun

  • 27 August, 2024
  • 陳志勇
PM Cho Menghadiri KTT Modal Ventura 2024, Berharap Menjadikan Taiwan Sebagai Pengekspor Solusi Inovatif dalam 10 Tahun
PM Cho Menghadiri KTT Modal Ventura 2024, Berharap Menjadikan Taiwan Sebagai Pengekspor Solusi Inovatif dalam 10 Tahun (Foto: 楊文君)

(Taiwan, ROC) - Dalam rangka memperingati hari ke-100 pelantikan pemerintah baru, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) berharap Taiwan akan menciptakan 20.000 lapangan kerja wirausaha baru dalam lima tahun dengan jumlah investasi baru mencapai NT$150 miliar setiap tahun, dan dapat menjadi pengekspor solusi inovatif dalam sepuluh tahun.

Melalui sambutannya saat menghadiri upacara pembukaan KTT Modal Ventura Taiwan 2024 pada hari Selasa, Perdana Menteri Cho mengemukakan, selama periode 100 hari pertama ini, dia mengadakan banyak pertemuan, mengambil banyak keputusan dan menghadapi banyak tantangan, semuanya adalah untuk mengumpulkan kinerja untuk terus melangkah maju. 

Cho menekankan bahwa pemerintah tidak akan melupakan usaha kecil dan menengah. Tahun depan, anggaran umum pemerintah pusat akan mengalokasikan lebih dari NT$10 miliar untuk membantu usaha kecil, menengah dan mikro untuk melakukan diversifikasi dan revitalisasi, dan memberikan lebih banyak bantuan praktis dan panduan. 

Dalam hal inovasi baru, Cho berharap Taiwan dapat menjadi eksportir solusi inovatif dalam waktu sepuluh tahun. Dia mengatakan, “Dalam lima tahun, kita akan menciptakan 20.000 lapangan kerja baru dan mencapai NT$150 miliar investasi baru setiap tahun. Dalam sepuluh tahun, Taiwan juga diharapkan dapat dibangun menjadi pengekspor solusi inovatif. Semua pihak diharapkan dapat turut berpartisipasi.”

Perdana Menteri Cho juga menunjukkan bahwa Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah membentuk Komite Pembangunan Ekonomi setelah menjabat dan mengundang banyak pengusaha kelas berat untuk membahas kebijakan terkait masa depan negara.

Menurutnya, pada pertemuan pertama, telah diputuskan untuk meluncurkan sebuah program nasional yang melibatkan investasi triliunan dolar untuk mendirikan pusat manajemen aset Asia dan mendukung program promosi bakat.

Komentar

Terbarumore