History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ekspor Tidak Sebaik yang Diharapkan, DGBAS Mungkin Akan Merevisi Angka Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini

  • 12 August, 2024
  • 陳志勇
Ekspor Tidak Sebaik yang Diharapkan, DGBAS Mungkin Akan Merevisi Angka Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini
Ekspor Tidak Sebaik yang Diharapkan, DGBAS Mungkin Akan Merevisi Angka Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini

(Taiwan, ROC) - Disebabkan kinerja ekspor tidak sebaik yang diharapkan sebelumnya, Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) diperkirakan akan menurunkan prakiraan laju ekonomi tahun ini dalam laporan terbaru yang dijadwalkan dirilis pada hari Jumat, 16 Agustus.

Dalam laporan yang dirilis Mei lalu, mempertimbangkan ekspor yang berpotensi menembus 10,06% karena terdorong permintaan untuk produk kecerdasan buatan (AI), DGBAS meninggikan prakiraan pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun 2024 menjadi 3,94%, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan perhitungan awal, pertumbuhan ekonomi untuk kuartal kedua tahun ini adalah 5,09%, lebih rendah 0,09% dari 5,18% yang diperkirakan sebelumnya pada bulan Mei, utamanya disebabkan ekspor komoditas tidak sekuat perkiraan, di mana nilainya lebih rendah US$4,7 miliar dari perkiraan awal. Oleh karena itu, dengan tidak berubahnya perkiraan untuk paruh tahun kedua, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan untuk tahun 2024 akan diturunkan dari perkiraan awal sebesar 3,94% menjadi 3,91%.

DGBAS menekankan, kinerja ekspor sebenarnya tidak mencapai standar buruk, hanya tidak sebaik yang diharapkan. Menurutnya, kalau ditambah dengan percepatan laju investasi korporasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perekonomian dalam negeri tetap dalam tren meningkat dengan stabil.

Sementara itu, Dachran Wu (吳大仁), CEO Pusat Penelitian Pembangunan Ekonomi Taiwan (RCTED) di National Central University, menganalisis bahwa kelebihan tabungan rumah tangga Amerika berubah dari positif menjadi negatif pada bulan Maret. Ini berarti utang rumah tangga meningkat, daya konsumsi menurun secara alami, dan kondisi PHK juga mulai terjadi, melesukan permintaan terminal yang berakibat pada lemahnya ekspor dari Taiwan.

Selain itu, jelas Wu, Federal Reserve AS tidak akan menurunkan suku bunga hingga bulan September, dan waktu untuk menstimulasi perekonomian mungkin ditunda hingga tahun depan, namun kinerja ekonomi Taiwan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini cukup bagus, dan modal masih tinggi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 3%.

Dachran Wu mengatakan, “Karena angka tahun lalu rendah, pertumbuhan ekonomi masih relatif tinggi pada kuartal pertama tahun ini, dan kita masih ada sejumlah modal. Kalau pertumbuhan positif dipertahankan pada kuartal ketiga dan keempat, (pertumbuhan) 3% tidak akan ada masalah, tapi apakah bisa mencapai 3,5% tergantung kinerja ekspor di paruh kedua tahun ini.”

Wu juga mengingatkan, melemahnya saham AS akan memengaruhi kinerja saham Taiwan yang berdampak pada perekonomian rumah tangga dan permintaan domestik. 

Komentar

Terbarumore