History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Survei: Ayah Pekerja Menghabiskan Waktu Bekerja Selama 10,4 Jam/Hari, Kekhawatiran Menganggur Meningkat Dalam 11 Tahun Terakhir

  • 08 August, 2024
  • 鄭蕙玲
Survei: Ayah Pekerja Menghabiskan Waktu Bekerja Selama 10,4 Jam/Hari, Kekhawatiran Menganggur Meningkat Dalam 11 Tahun Terakhir
ayah pekerja kelelahan dalam bekerja, masih harus mendampingi anak tumbuh besar(foto: CNA)

(Taiwan, ROC) --- Setiap tanggal 8 Agustus merayakan hari ayah, sebuah survei yang dirilis oleh situs lowongan kerja 1111 pada Rabu (7/8) menunjukkan bahwa selama 5 tahun ini, banyak para ayah di Taiwan tidak mengalami kenaikan gaji.

Rata-rata jam kerja para ayah per hari adalah 10,4 jam, dan tingkat kelelahan hidup mencapai titik tertinggi dalam 5 tahun.

Selain itu, 92% ayah menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan menganggur di usia paruh baya, dengan persentase tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Survei ini dilakukan oleh situs lowongan kerja yes123 terhadap 1.268 pria yang "memiliki anak dan bekerja". Survei ini menguak bahwa lebih dari 40% ayah merupakan satu-satunya sosok pencari nafkah dalam keluarga. Rata-rata mereka tidak mengalami kenaikan gaji selama 5 tahun, yang mana angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan data tahun 2023, yakni 4,8 tahun. Bahkan, 15% di antaranya belum mengalami kenaikan gaji selama lebih dari 10 tahun.

Survei tersebut juga menemukan bahwa ayah bekerja lebih dari 10 jam per hari dan lembur sekitar 3 hari seminggu. Mereka hanya dapat menghabiskan waktu 55 menit bersama anak-anak mereka pada hari kerja. Indeks kelelahan para ayah mencapai 80 poin, yakni tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

Selain itu, 92% ayah menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan menganggur di usia paruh baya, yang mana ini adalah persentase tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Faktor utamanya secara berurutan adalah "kurangnya keterampilan profesional", "diskriminasi tempat kerja karena usia", dan "mandeknya peluang promosi".

Juru bicara situs yes123, Yang Zong-bin (楊宗斌), menunjukkan bahwa menghadapi era di mana "harga naik tetapi gaji tidak", membuat para ayah berada di bawah "tekanan besar", bahkan mungkin harus bekerja sampingan untuk mendapatkan uang, sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan bersama anak-anak mereka, yang pada akhirnya dapat memengaruhi hubungan orang tua-anak.

Yang Zong-bin juga menyarankan agar pemerintah dan perusahaan menyediakan lingkungan kerja yang lebih ramah.

Yang Zong-bin mengatakan, "Baik melalui kekuatan pemerintah maupun swasta (perusahaan), kita harus menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah bagi ayah, dari sudut pandang merawat seluruh keluarga karyawan, dan membantu mereka untuk berinvestasi dalam pelatihan kerja, mempelajari keahlian kedua, dan mengurangi kecemasan terhadap kemungkinan menganggur di usia paruh baya."

Yang Zong-bin juga menunjukkan bahwa selain menyediakan kebijakan subsidi pengasuhan anak, tunjangan karyawan, dan perlindungan hak-hak pekerja, perusahaan juga dapat memberikan bantuan "pembelian rumah" untuk secara efektif mengurangi beban ayah pekerja. Hanya dengan menghilangkan kekhawatiran mereka barulah dapat membantu meningkatkan keinginan mereka untuk memiliki dan membesarkan anak.

Komentar

Terbarumore