(Taiwan, ROC) --- Data ekonomi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lemah telah memicu kekhawatiran investor tentang kemungkinan terjadinya resesi di negara tersebut.
Pada 5 Agustus 2024, pasar saham di seluruh Asia-Pasifik mengalami penurunan tajam, dengan beberapa pasar mengalami aksi panic selling.
Analis pasar menunjukkan bahwa ekspektasi "soft landing" ekonomi AS yang banyak digembar-gemborkan telah terpukul, digantikan oleh kekhawatiran akan "hard landing".

圖/達志影像
Pada perdagangan Senin kemarin (5/8), beberapa indeks saham di beberapa negara mengalami penurunan tajam, salah satunya adalah indeks Nikkei 225 Jepang ditutup pada 31.458,42 poin, turun 4.451,28 poin atau 12,40% dari hari sebelumnya, mencatat rekor penurunan poin terbesar dalam sejarah.
Selain Jepang, indeks negara-negara seperti Korea Selatan, Singapura, Australia dan Selandia Baru, juga terpuruk.
Hal di atas tidak terkecuali dengan indeks saham Taiwan, yang juga mencatat penurunan terparah dalam sejarah, yakni merosot 1.807,21 poin atau 8,35%, menjadi 19.830,88 poin.
Ekonomi dan pasar saham Amerika Serikat merupakan komponen penting dari ekonomi dan pasar global, sehingga dampak dari gejolaknya tidak dapat diabaikan.

圖/世界新聞網
Media The Australian mewartakan bahwa data ekonomi dan ketenagakerjaan AS yang buruk serta kinerja perusahaan teknologi besar yang mengecewakan menyebabkan pasar saham AS jatuh terperosok semenjak Jumat pecan kemarin (2/8).
Dan penurunan pasar saham di seluruh Asia-Pasifik pada Senin kemarin (5/8) merupakan kelanjutan dari penurunan di AS.