History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Academia Sinica Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Jadi 3.88%

  • 03 August, 2024
  • 許秀玉
Academia Sinica Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Jadi 3.88%
Academia Sinica Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Jadi 3.88% / foto: Canva

(Taiwan, ROC)-- Institut Ekonomi Academia Sinica pada 31 Juli merilis prediksi ekonomi terbaru, yaitu menaikkan perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi 2024 menjadi 3,88%. Mereka berpendapat bahwa ekonomi domestik akan stabil dan pulih pada paruh kedua tahun ini. Namun, kenaikan tarif listrik, harga properti yang memicu kenaikan sewa, kenaikan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil, serta potensi badai taifun, semuanya berkontribusi terhadap kenaikan harga. Jadi, tekanan inflasi pada paruh kedua tahun ini tidak bisa dianggap remeh.

Institut Ekonomi dari Academia Sinica memprediksi pada akhir tahun lalu bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2024 akan mencapai 3,02%. Namun, pada 31 Juli, mereka merilis prediksi terbaru yang merevisi pertumbuhan menjadi 3,88%, naik sebesar sebesar 0,86%.

Lin Chang-ching (林常青), seorang peneliti paruh waktu di lembaga tersebut, menganalisis bahwa tren kecerdasan buatan (AI) dan komputasi berkinerja tinggi, ditambah dengan meningkatnya permintaan global, menyebabkan ekspor Taiwan mencapai hasil yang luar biasa. Ini adalah alasan utama di balik revisi kenaikan tersebut.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih ada tiga faktor ketidakpastian utama pada paruh kedua tahun ini. Dalam jangka pendek, besarnya penurunan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat menjadi perhatian. Dalam jangka menengah hingga panjang, hasil pemilu Amerika Serikat yang sangat tidak pasti dapat mempengaruhi persaingan antara Amerika dan Tiongkok serta menggerakkan pergeseran rantai industri. Selain itu, perkembangan situasi ekonomi Tiongkok juga perlu mendapat perhatian serius.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kenaikan tarif listrik mulai April akan berdampak terhadap kenaikan harga, dan kenaikan harga properti yang berkelanjutan juga membuat harga sewa turut melambung. Selain itu, kenaikan gaji untuk PNS, aparat militer, dan guru, juga mempengaruhi kenaikan keseluruhan gaji. Dampak bencana taifun dan hujan lebat di wilayah tengah dan selatan Taiwan juga turut menambah tekanan inflasi pada paruh kedua tahun ini, yang tidak bisa dianggap enteng.

Komentar

Terbarumore