(Taiwan, ROC)— Setelah lulus lebih dari sebulan, masih banyak lulusan baru yang kesulitan mencari pekerjaan yang memuaskan. Berdasarkan survei yang dirilis oleh bank tenaga kerja, batas toleransi waktu mencari kerja bagi para lulusan baru rata-rata adalah 5,7 bulan. Demi segera mendapatkan pekerjaan pertama, sebanyak 85% dari mereka mengungkapkan bahwa mereka akan melamar posisi yang tidak berhubungan dengan jurusan mereka. Selain itu, 34% dari mereka pernah membatalkan janji wawancara karena merasa bisa mendapatkan peluang yang lebih baik.
Setelah mengumpulkan 1.290 kuesioner yang valid dari lulusan perguruan tinggi dengan pengalaman wawancara, situs pencarian kerja Yes123 mengumumkan hasil survei yang menunjukkan bahwa batas toleransi waktu mencari kerja bagi para lulusan baru rata-rata adalah 5,7 bulan. Selain itu, 93,8% dari mereka mengungkapkan bahwa mereka merasa cemas selama menganggur. Di antara mereka, 12,9% hanya mampu bertahan kurang dari satu bulan, sementara 8,5% lulusan dapat bertahan lebih dari satu tahun di pekerjaan baru mereka.
Juru bicara Yes123 Yang Zong-bin (楊宗斌) berpendapat bahwa banyak lulusan baru sering terjebak dalam pemikiran "yang penting dapat pekerjaan dulu, nanti baru cari yang lebih baik." Pemikiran ini sering mengakibatkan ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu, pencari kerja baru harus berhati-hati saat melamar pekerjaan.
Yang Zong-bin juga mencatat bahwa survei menunjukkan 33,8% orang mengalami diskriminasi verbal selama wawancara. Para pencari kerja sebaiknya segera menyatakan ketidakpuasan dan menolak sikap tersebut. Ia menyarankan agar para lulusan baru, jika ditanya tentang hal-hal pribadi yang tidak ingin mereka jawab, bisa dengan sopan memberi tahu pewawancara, atau bahkan menanyakan kepada mereka, "Apa hubungan pertanyaan ini dengan pekerjaan yang dilamar?" Setelah itu, beri jawaban yang sesuai mengenai alasan pertanyaan tersebut.