(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pertanian dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sayuran Asia (Asian Vegetable Research and Development Center / AVRDC) (World Vegetables Center) hari ini (31/7) menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama penelitian dan pengembangan sayuran, dengan berlandaskan pada kerja sama selama 50 tahun bersama-sama bergandengan tangan meneruskan penelitian pengembangan teknologi baru internasional. Direktur World Vegetables Center Dr. Marco Wopereis menyampaikan, kerja sama dengan Taiwan akan berfokus pada pengembangan varietas sayuran bergizi “super tahan kesulitan”, daya tahan hidup terhadap perubahan cuaca dan lingkungan yang ekstrem.
AVRDC adalah organisasi industri pertanian internasional penting dengan markas besar berada di Taiwan, merupakan hal yang langka, tujuan dari organisasi ini adalah ingin memajukan nilai gizi yang tinggi bagi produsen maupun konsumen sayuran, menghapus masalah kekurangan gizi dan kemiskinan di negara belum berkembang. Saat ini AVRDC memiliki gudang yang menyimpan varietas sayuran paling besar di seluruh dunia, terdapat 330 jenis, lebih dari 60 ribu genetika yang datang dari 155 negara di dunia. Dalam kerja sama dengan Taiwan selama 50 tahun telah meningkatkan 42 varietas produk sayur yang tahan penyakit, bahkan selama 3 tahun terakhir telah menyediakan 4.200 genetika sebagai produk sayur jenis baru dalam pembudidayaan sayur di Taiwan.
Selain itu, AVRDC juga membina tenaga bertalenta, selama 10 tahun terakhir ini Kementerian Pertanian telah mengutus 38 pakar sayur dan tumbuhan untuk mendapat pelatihan di AVRDC, dan membantu produsen sayur nasional dalam mengatasi penyakit karena serangan hama dan juga mengajarkan teknik pencegahan hama dan lainnya.
Kementerian Pertanian dan AVRDC menandatangani MoU kerja sama penelitian dan pengembangan sayur, ke depannya juga akan memfokuskan diri pada pengembangan varietas “super tahan kesulitan”, yang dapat bertahan menghadapi perubahan cuaca dan lingkungan ekstrem.
AVRDC Dr. Marco Wopereis juga menyampaikan, saat menghadapi perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang ini, maka harus mencari jenis varietas yang memiliki daya tahan yang kuat, AVRDC juga mempertimbangkan untuk memperluas varietas sayuran, AVRDC akan meningkatkan penelitian khususnya untuk jaringan penelitian di benua Afrika, karena masih banyak sayuran asli tradisional di benua Afrika yang memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu tinggi akibat perubahan cuaca ekstrem, untuk itu melalui gabungan kekuatan dasar dari luar negeri dan varietas dasar Taiwan memungkinkan untuk menghasilkan varietas produk sayuran “super tahan kesulitan” yang lebih bergizi.