(Taiwan, ROC) --- Komentar mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini memicu perdebatan global setelah dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Businessweek, yang mengatakan bahwa Taiwan yang kaya-raya seharusnya membayar biaya perlindungan kepada Amerika Serikat.
Di saat yang sama, pada tanggal 17 Juli 2024, media Financial Times menerbitkan sebuah artikel berjudul "Pulau Kaya: Taiwan Menuai Manfaat dari Demam Kecerdasan Artifisial", yang membahas tentang efek kekayaan industri teknologi Taiwan yang terus meluas, yang tidak hanya mengalir ke sektor properti tetapi juga mendorong kenaikan harga rumah.
Menurut Financial Times, TSMC (Taiwan Semiconductor Company), sebagai produsen chip terbesar di dunia, merupakan sumber pendorong terciptanya kekayaan di Taiwan.
Ratusan perusahaan Taiwan lainnya dalam rantai pasokan kecerdasan buatan, mulai dari desain chip hingga server, pengemasan dan pengujian, hingga produsen komponen, juga ikut menikmati kemakmuran ini.
Banyak manajer tingkat menengah dan atas serta karyawan di rantai pasokan kecerdasan buatan menerima bonus besar, yang setara dengan total gaji dua tahun.
"Efek kekayaan sedang meluas, kelompok baru dan talenta muda sedang diuntungkan," kata Tu Chun-hsiung (杜俊雄), Ketua Fu Hua Trust, salah satu perusahaan manajemen aset terbesar di Taiwan, kepada Financial Times.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa efek kekayaan ini sedang mengalir ke sektor properti. Seorang insinyur Quanta, Peter, baru saja menghabiskan NT$20 juta bulan ini untuk membeli sebuah apartemen seluas 40 ping 坪 (setara dengan 132,3 meter persegi) di Taoyuan. Ini adalah properti keduanya.
"Ini adalah investasi terbaik. Penghasilan saya akan tumbuh lebih cepat di tahun-tahun mendatang, begitu pula banyak orang lainnya, jadi harga rumah akan naik," kata Peter.
Financial Times menunjukkan bahwa Quanta, perusahaan manufaktur laptop tempat Peter bekerja, hanyalah salah satu dari banyak perusahaan yang memperkuat posisi Taiwan sebagai pusat penciptaan kekayaan teknologi global.
UBS baru-baru ini memperkirakan bahwa pada tahun 2028, jumlah miliarder di Taiwan akan meningkat sebesar 47% dibandingkan saat ini, yang mana ini akan menjadi pertumbuhan tercepat di antara negara-negara lain di dunia.

圖/經濟日報
Selain itu, Financial Times juga menyoroti dua perusahaan rantai pasokan lainnya, Winway, produsen solusi antarmuka pengujian semikonduktor, yang memberikan bonus akhir tahun setara dengan gaji 30 bulan pada tahun lalu, serta Chaintech Computer, perusahaan server AI, yang gaji rata-ratanya tumbuh lebih dari 25% pada tahun lalu.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa demam AI adalah pendorong terbaru yang menjadikan Taiwan sebagai pulau kaya-raya, dan gelombang kekayaan ini sedang mendorong industri domestik lainnya.
"Orang-orang menginvestasikan pendapatan mereka yang terus meningkat di real estat, yang membuat pasar real estat tumbuh secara signifikan, yang pada gilirannya akan membantu industri lain," kata Tu Chun-hsiung.
Namun, pada akhirnya, Financial Times juga menekankan bahwa efek kekayaan ini masih terbatas, dan banyak orang di masyarakat Taiwan masih belum merasakan manfaatnya.
Arus dana yang datang dari karyawan teknologi tinggi ke pasar properti juga mendorong kenaikan harga rumah. Dan meskipun gaji di industri lain juga meningkat, tetapi mereka masih jauh tertinggal.