(Taiwan, ROC) Rapat yang digelar Komisi Perdagangan Adil (FTC) kemarin (17/7) memutuskan tidak melarang rencana merger antara Uni-President Enterprise Company dan Yahoo Information Company yang berbasis di Hong Kong, disesuaikan dengan UU perdagangan adil pasal 13, ayat 1.
Melalui anak perusahaannya, Uni-President Enterprise Company membeli Yahoo Information Company, dari obligasi dikonversi menjadi saham biasa, setelah merger Uni-President Enterprise Company secara tidak langsung akan memiliki 80% saham Yahoo Information Company dan kendali penuh atas operasional bisnis perusahaan dan personalia, dikarenakan memenuhi standar, sesuai dengan peraturan yang berlaku wajib mengajukan merger kepada FTC.
FTC menunjuk, Uni-President Enterprise Company bergerak di bidang manufaktur makanan dan supplier untuk ke perusahaan belanja online besar, Books.com.tw dan Presco di bawah naungan Uni-President Group, juga menjalankan bisnis belanja online, kombinasi yang bersifat horizontal dan vertikal, dengan industri hulu adalah pasar untuk beberapa produk diantaranya “susu” , “mie instan” dan “minuman non-alkohol”, sedangkan industri hilir adalah pasar “belanja online”.
Analisa FTC, setelah merger, total pangsa pasar bisnis belanja online Yahoo Information Company, Books.com.tw dan Presco dengan cakupan pasar tidak tinggi, setelah mengevaluasi beberapa faktor pertimbangan seperti efek tunggal, efek gabungan, partisipasi dan kekuatan penyeimbang dan lainnya, tidak terlihat adanya hambatan horizontal yang signifikan terhadap persaingan usaha.
Selain itu, Uni-President Enterprise Company hanya menjual minuman non-alkohol dan mie instan di situs belanja Yahoo Information Company, ada banyak produk alternatif untuk minuman non-alkohol dan mie instan, ditambah lagi cakupan pasar online Yahoo Information Company terbatas, sehingga FTC beranggapan, dari merger ini bukan menggabungkan usaha bisnisnya akan tetapi malah ada kekuatan yang memblokir pasar mereka.
FTC lebih lanjut menyatakan bahwa pada tahap ini, belum ada penggantian dua arah yang komprehensif antara saluran offline dan belanja online. Keduanya masih merupakan pasar produk yang berbeda. Selain itu, masing-masing grup saluran offline saat ini bekerja keras untuk mengembangkan membership economy dan sistem pembayaran sistem. Konsumen dapat menjadi anggota dari setiap grup distribusi, menggunakan berbagai alat pembayaran dan mengumpulkan bonus poin konsumsi, setiap grup distributor memiliki tekanan kompetitif satu sama lain.
FTC menunjukkan bahwa dari data tersebut, bisnis belanja online Yahoo Information Company telah menurun secara signifikan dari tahun ke tahun, dan daya beli konsumen dari merger ini sangat terbatas. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa manfaat ekonomi keseluruhan dari merger ini lebih besar, membatasi persaingan yang tidak menguntungkan, maka menyetujui untuk diloloskan dan tidak melarang merger ini.