History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kenaikan Gaji PNS, Militer, dan Guru akan Picu Spiral Inflasi? Gubernur Bank Sentral: Tidak Akan Terjadi di Taiwan

  • 10 July, 2024
  • 尤繼富
Kenaikan Gaji PNS, Militer, dan Guru akan Picu Spiral Inflasi? Gubernur Bank Sentral: Tidak Akan Terjadi di Taiwan
Kenaikan Gaji PNS, Militer, dan Guru akan Picu Spiral Inflasi? Gubernur Bank Sentral: Tidak Akan Terjadi di Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 10 Juli 2024, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyampaikan bahwa gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), militer, dan guru akan mengalami penyesuaian yang wajar pada tahun mendatang. Pernyataan ini memicu kekhawatiran dari beberapa anggota Yuan Legislatif yang hadir, yang cemas akan potensi terjadinya "spiral inflasi", yaitu situasi di mana kenaikan gaji dan harga saling memicu dalam sebuah siklus yang terus meningkat.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Gubernur Bank Sentral Taiwan, Yang Chin-long (楊金龍), menegaskan bahwa penyesuaian gaji harus dilakukan secara wajar dengan mempertimbangkan tiga faktor utama, yakni inflasi, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan kondisi fiskal yang sehat.

Meskipun Bank Sentral Eropa telah menyinggung konsep "spiral inflasi" dan terdapat kemungkinan teoritis akan hal tersebut, tetapi Yang Chin-long menilai bahwa skenario tersebut tidak akan terjadi di Taiwan.

Pernyataan Yang Chin-long disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komite Keuangan Yuan Legislatif pada hari Rabu ini (10/7). Dalam rapat tersebut, Yang Chin-long memberikan laporan khusus dan menanggapi pertanyaan terkait "Rencana Penerbitan Mata Uang Digital dan Transformasi Digital Mata Uang".  

Anggota legislator dari Partai KMT, Lin Te-fu (林德福), menyinggung pernyataan Perdana Menteri Cho Jung-tai mengenai rencana penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru. Cho Jung-tai merujuk pada estimasi Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi, Statistik (DGBAS), yang menyebutkan bahwa kenaikan gaji sebesar 1% untuk kelompok tersebut akan membutuhkan tambahan anggaran sebesar NT$7 miliar, sementara kenaikan 4% akan membutuhkan hampir NT$30 miliar. Lin Te-fu kemudian meminta pandangan Yang Chin-long mengenai hal ini.

Yang Chin-long menjelaskan bahwa inflasi merupakan salah satu faktor pendorong di balik rencana penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru. Selain itu, faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kondisi fiskal yang sehat, yang mengindikasikan kemampuan pemerintah untuk membiayai kenaikan gaji tersebut.

Dengan mempertimbangkan ketiga faktor tersebut, Yang Chin-long menekankan bahwa penyesuaian gaji harus dilakukan secara wajar.

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Taiwan telah melampaui batas inflasi sebesar 2% selama tiga tahun berturut-turut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan krusial, yaitu apakah penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru akan memperparah inflasi dan berujung pada penurunan upah riil. Gubernur Yang Chin-long menegaskan keyakinannya bahwa dampak penyesuaian gaji tersebut terhadap harga akan relatif terbatas.

"Penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru memiliki karakteristik yang berbeda dengan kenaikan upah minimum. Dampaknya terhadap harga relatif kecil. Kenaikan upah minimum akan secara langsung memengaruhi usaha kecil dan menengah, yang pada akhirnya akan membebankan kenaikan upah tersebut pada harga produk atau jasa yang mereka tawarkan. Fenomena ini tidak akan terjadi pada penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru, sehingga dampaknya terhadap harga dapat terkendali," jelas Yang Chin-long.

Lin Te-fu kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan, yaitu apakah penyesuaian gaji PNS, militer, dan guru dalam situasi ekonomi saat ini berpotensi menyeret Taiwan ke dalam jerat "spiral inflasi". Spiral inflasi merupakan situasi yang kompleks di mana kenaikan gaji dan harga saling memicu dalam suatu siklus yang sulit dihentikan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yang Chin-long menjelaskan bahwa skenario "spiral inflasi" merupakan kasus yang jarang terjadi.

Bank Sentral Eropa juga telah menyinggung konsep ini, yang secara teoritis memang memiliki probabilitas untuk terjadi. Namun demikian, berdasarkan analisis dan pengamatan yang cermat terhadap kondisi ekonomi Taiwan saat ini, ia menyimpulkan bahwa skenario "spiral inflasi" tersebut tidak akan terjadi.

Komentar

Terbarumore