History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kuota Pekerja Migran untuk Sektor Pertanian Akan Segera Habis Pada Akhir Tahun, Kementerian Pertanian Memperjuangkan 8.000 Lagi

  • 30 June, 2024
  • 尤繼富
Kuota Pekerja Migran untuk Sektor Pertanian Akan Segera Habis Pada Akhir Tahun, Kementerian Pertanian Memperjuangkan 8.000 Lagi
Kuota Pekerja Migran untuk Sektor Pertanian Akan Segera Habis Pada Akhir Tahun, Kementerian Pertanian Memperjuangkan 8.000 Lagi 圖/中時新聞網

(Taiwan, ROC) —- Penuaan populasi pedesaan telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pertanian (MOA) sebelumnya telah membuka kuota 12.000 PMA (Pekerja Migran Asing) untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja pertanian di tingkat dasar. Namun, menurut laporan kementerian, diperkirakan seluruh kuota tersebut akan segera habis terpakai.

Pada Kamis kemarin (27/6), Menteri Pertanian, Chen Junne-jih (陳駿季), menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan 8.000 pekerja kepada Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).

MOA menjelaskan bahwa perkembangan pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk penuaan populasi pedesaan, dominasi petani kecil, metode produksi yang padat karya, dan kondisi kerja yang tidak nyaman.

Hal ini menyebabkan generasi non-petani atau mereka yang tidak memiliki pengalaman di bidang pertanian sulit untuk memasuki sektor ini, sehingga mengakibatkan kekurangan tenaga kerja.

Menurut statistik Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), jumlah pekerja di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan pada tahun 2023 adalah 509.000 orang, turun 21.000 dari tahun 2022, dan 50.000 dari tahun 2019.

Dalam lima tahun terakhir, distribusi usia pekerja pertanian didominasi oleh kelompok usia 45-64 tahun (lebih dari 50%), diikuti oleh kelompok 25-44 tahun (sekitar 23%), dan 65 tahun ke atas (sekitar 20%).

Ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah populasi di sektor pertanian adalah pekerja paruh baya dan lanjut usia, dengan tren menuju penuaan yang semakin meningkat.

新住民全球新聞網-為解決農業缺工問題農業移工申請員額將提高至1.2萬人

圖/移民署

Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian, MOA sejak tahun 2019 telah mengadopsi "prinsip suplementasi" untuk mengajukan permohonan kepada MOL untuk membuka izin impor PMA di bidang pertanian.

Dengan menggunakan model kuota terbatas dan pembatasan jenis pekerjaan, program percontohan awal dimulai dengan membuka 800 pekerja, yang difokuskan pada pekerjaan pertanian lapangan dan peternakan sapi perah.

Pada tahun 2020, program percontohan pekerja migran pertanian diperluas menjadi 2.400 orang, dengan penambahan jenis pekerjaan yang diperbolehkan, termasuk pekerjaan di bidang tanaman pangan (anggrek, jamur, sayuran), peternakan, dan budidaya perikanan.

Pada tahun 2022, karena mempertimbangkan kebutuhan industri untuk menggunakan PMA di bidang pertanian, dan mengamati bahwa proses aplikasi dan model manajemen perekrutan pekerja migran pertanian telah matang, maka tahap uji coba yang awalnya dilakukan secara bertahap dikembangkan menjadi program impor resmi, dengan jumlah kuota pekerja meningkat menjadi 6.000 orang.

昊泳國際有限公司

圖/自由時報

Pada tahun 2023, untuk memenuhi kebutuhan praktis para petani, MOA mengajukan proposal kepada MOL untuk menyesuaikan kebijakan pekerja migran di bidang pertanian.

Pada pertengahan Juni 2023, MOL merevisi dan mengumumkan peraturan tersebut, meningkatkan kuota pekerja migran pertanian menjadi 12.000 orang sesuai permintaan MOA. Rasio pekerja lokal dan asing di pertanian skala kecil juga dinaikkan dari 35% menjadi 1:1.

Selain itu, jenis tanaman yang diizinkan untuk menggunakan pekerja migran pertanian juga diperluas dengan penambahan bunga, bibit, buah-buahan, tanaman palawija, tanaman khusus, pertanian terproteksi, dan kehutanan.

Hingga akhir Mei 2024, total 6.491 aplikasi pekerja migran pertanian telah disetujui. Dari jumlah tersebut, MOL telah menyetujui penempatan 8.505 pekerja migran. Dari jumlah kuota 12.000 orang, ada lebih dari 70%nya telah terisi.

Perlu dicatat bahwa pandemi COVID-19 telah memperlambat laju masuknya pekerja migran pertanian dari tahun 2021 hingga paruh kedua tahun 2022. Namun, sejak Juni 2023, pelonggaran kualifikasi pemberi kerja untuk pekerja migran pertanian, termasuk penambahan jenis tanaman dan peningkatan rasio alokasi, telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah pekerja migran yang masuk.

Diperkirakan bahwa kuota 12.000 pekerja migran akan terisi penuh pada akhir tahun 2024.

Menteri Pertanian Chen Junne-jih menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan tambahan 8.000 pekerja kepada MOL, sehingga total kuota menjadi 20.000 orang. Ia berharap penambahan kuota ini dapat direalisasikan sebelum akhir tahun. Selain itu, Chen Junne-jih juga akan mendorong pelaksanaan program uji coba penempatan ulang pekerja migran antar wilayah.

Komentar

Terbarumore