History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Keputusan The Fed AS Tidak Sesuai Harapan, Mata Uang Asia Runtuh, NT$32,5 Per US$1, Level Terendah dalam 2 Bulan

  • 27 June, 2024
  • 尤繼富
Keputusan The Fed AS Tidak Sesuai Harapan, Mata Uang Asia Runtuh, NT$32,5 Per US$1, Level Terendah dalam 2 Bulan
Keputusan The Fed AS Tidak Sesuai Harapan, Mata Uang Asia Runtuh, NT$32,5 Per US$1, Level Terendah dalam 2 Bulan 圖/自由財經

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 25 Juni 2024 (waktu AS), anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (Fed) AS, Michelle Bowman, menyatakan bahwa prospek inflasi menghadapi "beberapa risiko kenaikan", dan penurunan suku bunga yang terlalu cepat dapat menyebabkan inflasi kembali meningkat.

Ia secara tegas menyatakan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga untuk tahun ini sangat rendah.

Setelah pernyataan tersebut dirilis, mata uang Asia diberitakan melemah secara keseluruhan, termasuk RMB Tiongkok yang mencapai level terendah dalam 7 bulan, sedangkan Yen Jepang merosot dan menembus level 160 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya dalam 38 tahun.

Untuk mata uang Taiwan, NT$ (New Taiwan Dollar), diketahui juga melemah menjadi NT$32,554 terhadap US$1. Ini adalah level terendah dalam kurun hampir 2 bulan.

Pada pembukaan Kamis hari ini (27/6), NT$ terus melemah menjadi NT$32,586 per US$1.

亞幣競貶、央行放手新台幣摜破32元大關- 日報- 工商時報

圖/工商時報

Baru-baru ini, beberapa pejabat Fed mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan pasar.

Dalam pembukaan pasar saham New York pada tanggal 26 Juni 2024, Indeks Dolar AS sempat naik 0,5% menjadi 106,13, yang mana ini adalah level tertinggi sejak akhir April.

Sementara itu, mata uang Asia melemah secara serentak. NT$ melemah 0,34% terhadap dolar AS, menjadi NT$32,554 per US$1, menjadikannya mata uang terlemah di pasar Asia.

Salah seorang pengamat valuta asing berpendapat bahwa waktu penurunan suku bunga Fed masih belum pasti, dan ia memperkirakan nilai tukar New Taiwan Dollar akan berfluktuasi antara 32,2 hingga 32,8 dalam jangka pendek.

Ia menganalisis bahwa penurunan tajam New Taiwan Dollar terutama disebabkan oleh arus keluar modal asing dalam jumlah besar setelah mendapatkan keuntungan di pasar saham.

Jika pasar saham Taiwan dapat melanjutkan tren kenaikannya, maka bukan tidak mungkin modal asing akan kembali masuk ke pasar saham Taiwan.

Untuk mata uang Asia lainnya, juga mengalami penurunan terhadap US$, masing-masing RMB Tiongkok (0,05%), Won Korea (0,10%), Yen Jepang (0,26%), Rupiah Indonesia (0,37%), Baht Thailand (0,47%), Dolar Singapura (0,27%), Peso Filipina (0,17%), dan Rupee India (0,17%).

Komentar

Terbarumore