(Taiwan, ROC) --- Menteri Ekonomi, J.W. Kuo (郭智輝), dalam kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat sejak menjabat, sebelumnya pernah mengisyaratkan rencana untuk bertemu dengan CEO NVIDIA, Jensen Huang, CEO AMD Lisa Su, serta sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka lainnya seperti Intel dan Supermicro.
Pada tanggal 26 Juni 2024 (waktu Taipei), J.W. Kuo mengadakan konferensi pers dengan media berbahasa Mandarin di Washington D.C. dan menyatakan bahwa Jensen Huang dan Lisa Su telah memastikan akan meningkatkan investasi mereka di Taiwan.
Pertemuan dengan keduanya terutama dimaksudkan untuk menyampaikan ucapan terima kasih, tetapi waktu pertemuan masih dalam tahap koordinasi dan belum dapat dipastikan. Sementara itu, pertemuan dengan banyak perusahaan lain telah dikonfirmasi.
Mengenai pejabat dan lembaga pemerintah AS yang akan ditemui, J.W. Kuo mengungkapkan bahwa ia akan mengunjungi Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan, dan instansi lainnya.
Sejauh ini, satu-satunya nama yang dapat diumumkan adalah Wakil Menteri Luar Negeri, Don Graves. Fokus utama pembahasan adalah harapan agar perjanjian pajak ganda (ADTA) antara Taiwan dan AS dapat segera disahkan, karena hal ini dapat menarik lebih banyak usaha kecil dan menengah Taiwan untuk berinvestasi di AS.
Selain menyampaikan aspirasinya kepada pihak AS, J.W. Kuo juga membawa serta para CEO perusahaan dalam delegasi ini untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pihak AS.
J.W. Kuo mengatakan, "Selain saya yang menyampaikan permohonan agar mereka membantu pengesahan ADTA, kami juga membawa serta delegasi CEO. Saya membawa mereka untuk berbicara langsung, membiarkan klien-klien besar ini menyampaikan secara langsung bahwa pengesahan ADTA akan sangat membantu kami. Saya telah membawa mereka untuk berkomunikasi langsung, sehingga klien dapat berkomunikasi langsung dengan mereka, dan tanggapannya cukup positif!"
Namun, karena rancangan undang-undang ini masih dalam tahap peninjauan di Senat AS, membuat media terus menanyakan tanggapan dari pihak AS. J.W. Kuo menjawab bahwa rancangan undang-undang ini masih terus didorong, dan pejabat yang ditemuinya tidak dapat memberikan kepastian kapan akan disahkan. Namun, ia yakin rancangan ini pasti akan disahkan.
Pihak AS telah menyampaikan bahwa mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk meloloskannya. J.W. Kuo secara pribadi berpendapat bahwa terlepas dari partai mana yang memenangkan pemilihan presiden AS pada bulan November, rancangan undang-undang ini kemungkinan besar akan disahkan.
Staf kantor perwakilan Taiwan di AS menambahkan bahwa mereka tidak akan mengomentari pemilihan AS. Rancangan undang-undang ini didukung oleh kedua partai di AS, dan tentu saja Taiwan berharap agar dapat segera disahkan.
Mengenai apakah kunjungan ini membahas Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan-AS, J.W. Kuo menjawab bahwa hal itu berada di bawah tanggung jawab Kantor Negosiasi Ekonomi dan Perdagangan Yuan Eksekutif, dan bukan merupakan fokus kunjungan ini, sehingga tidak dibahas.
Mengenai kekhawatiran yang diungkapkan oleh pihak AS dan perusahaan-perusahaan AS tentang kebocoran rahasia dagang perusahaan setelah pengesahan revisi Undang-Undang tentang Pelaksanaan Kekuasaan Yuan Legislatif, J.W. Kuo mengatakan bahwa pihak AS hanya fokus mendengarkan pembahasannya tentang penghindaran perjanjian pajak berganda, dan tidak ada waktu untuk membahas masalah ini.
Kementerian Ekonomi (MOEA) menunjukkan bahwa selama kunjungannya, J.W. Kuo bertemu dengan pejabat pemerintah AS, asosiasi publik dan pelaku industri penting, serta anggota Kongres. Selain membahas rancangan undang-undang untuk penghindaran pajak berganda, J.W. Kuo juga menyampaikan harapan para pelaku industri Taiwan agar AS memperluas dan memperpanjang insentif pemotongan pajak untuk Undang-Undang CHIPS.
Di antara pertemuan tersebut, J.W. Kuo bertukar pandangan dengan pejabat tinggi Departemen Luar Negeri mengenai arah Dialog Kemakmuran Ekonomi Taiwan-AS (EPPD) tahun ini.
Setelah menyelesaikan kunjungannya di Washington D.C., J.W. Kuo akan melanjutkan kunjungannya ke Silicon Valley untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan utama AS, mendorong mereka untuk memperluas investasi di Taiwan, dan memahami kebutuhan yang ada.