History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dilema Anak Muda Taiwan Saat Ini: Memilih Antara Punya Rumah atau Anak? PM Cho: Harga Rumah Jarang Turun Kecuali Ada Gejolak Sosial yang Besar

  • 20 June, 2024
  • 尤繼富
Dilema Anak Muda Taiwan Saat Ini: Memilih Antara Punya Rumah atau Anak? PM Cho: Harga Rumah Jarang Turun Kecuali Ada Gejolak Sosial yang Besar
Dilema Anak Muda Taiwan Saat Ini: Memilih Antara Punya Rumah atau Anak? PM Cho: Harga Rumah Jarang Turun Kecuali Ada Gejolak Sosial yang Besar 圖/聯合報

(Taiwan, ROC) --- Di bawah tekanan gaji rendah dan harga rumah yang tinggi, membuat banyak anak muda kesulitan untuk hidup bisa mapan. Anggota Yuan Legislatif dari Partai Kuomintang (KMT), Niu Hsu-ting (牛煦庭), menunjukkan bahwa harga rumah yang tinggi merupakan masalah besar yang dihadapi kaum muda saat ini.

Niu Hsu-ting menjabarkan, hingga akhir tahun 2022, tingkat kepemilikan rumah di Taiwan mencapai 84,6%, tetapi pada saat yang sama, jangka waktu kredit pemilikan rumah (KPR) telah berubah dari 20 tahun menjadi 30 tahun, 30 tahun menjadi 35 tahun, bahkan 40 tahun. Banyak generasi muda yang terjebak dalam dilema "memilih antara rumah atau anak".

Menanggapi pernyataan dari Niu Hsu-ting di atas, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), menyampaikan bahwa secara keseluruhan, sumber daya tanah di Taiwan terbatas. Harga rumah baru akan turun secara signifikan, jika ada faktor sosial yang besar atau bahkan faktor gejolak, jika tidak, maka jarang terlihat adanya penurunan harga.

圖/EBC

Niu Hsu-ting menambahkan, dalam menghadapi keluhan publik tentang perumahan, cara utama pemerintah dalam mengatasinya adalah dengan menambah dan memberikan subsidi, dengan cara "memuaskan kaum muda dan tidak menyinggung pihak pengembang (developer)", tetapi cara ini gagal untuk menurunkan harga rumah secara efektif.

Dia mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan subsidi dari sudut pandang "kesejahteraan sosial", seperti subsidi sewa dan subsidi bunga KPR untuk kaum muda, tetapi masalah sebenarnya terletak pada ketidakadilan generasi dalam hal perumahan dan distorsi pasar.

"Kebijakan perumahan dalam bentuk subsidi yang dirumuskan dengan konsep kesejahteraan sosial tidak dapat menyelesaikan masalah," terang Niu Hsu-ting

Niu Hsu-ting percaya bahwa pola pikir pemerintah harus diubah dari "kesejahteraan sosial" menjadi "investasi sosial". Generasi muda adalah masa depan negara, mereka seharusnya tidak menjadi alat bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan, mereka tidak boleh putus asa, dan tidak boleh menyerah pada masa depan.

Menyelesaikan masalah perumahan kaum muda sama dengan menyelesaikan masalah rendahnya angka kelahiran. Ini merupakan cara yang paling langsung, efektif, dan pragmatis untuk mendapatkan kembali masa depan negara.

圖/取自Pexels

Pada saat yang sama, Niu Hsu-ting juga menyebutkan bahwa menurut hasil survei yang dilakukan oleh kelompok advokasi perumahan terhadap penyewa, meskipun "harga sewa yang terlalu tinggi" merupakan masalah besar bagi penyewa, tetapi hal itu bukanlah masalah utama.

Penyewa percaya bahwa masalah terbesar sebenarnya adalah menyewa membuat orang merasa "tidak stabil" dan "tidak aman", dan hak-hak hukum mereka tidak dapat ditegakkan.

Bagi keluarga (rumah tangga) yang memiliki anak, masalah seperti taman kanak-kanak umum dan distrik sekolah bahkan lebih merepotkan, membuat mereka hampir menjadi "warga negara kelas dua".

Niu Hsu-ting menekankan bahwa kaum muda tidak boleh putus asa, dan meminta pemerintah untuk "menyelesaikan masalah perumahan kaum muda, yang berarti menyelesaikan masalah rendahnya angka kelahiran".  

PM Cho Jung-tai berulang kali menjawab bahwa pemerintah telah dan akan terus berupaya. Secara keseluruhan, sumber daya tanah terbatas, dan dalam proses permintaan masyarakat akan tanah, harga rumah akan turun secara signifikan hanya jika ada faktor sosial yang besar, atau bahkan faktor-faktor sosial yang mengganggu.

Jika tidak, jarang terlihat penurunan harga (rumah). "Kami akan meninjaunya dari segi sistem," ujar PM Cho Jung-tai.

Komentar

Terbarumore