(Taiwan, ROC) – Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Taiwan pada 11 Juni mengumumkan daftar-daftar inspeksi perbatasan yang tidak memenuhi syarat. Kali ini, 3 batch saus impor dari Amerika Serikat (AS) ditemukan mengandung karsinogen etilen oksida, melanggar peraturan deteksi, antara lain dalam bentuk saus barbekyu dan saus steak. Semuanya pun akan dikembalikan atau dihancurkan.
FDA telah mengumumkan daftar produk-produk tak berkualifikasi dalam inspeksi perbatasan pada 11 Juni lalu. Total ada 15 produk yang gagal dalam inspeksi, termasuk bubuk kari Myanmar dan pasta laksa Singapura yang ditemukan mengandung pestisida berlebih atau kondisi lain yang tidak memenuhi syarat sehingga harus dikembalikan atau dimusnahkan.
Di antaranya, ada 3 batch saus impor dari AS dengan nama BRIANNAS FRENCH VINAIGRETTE DRESSING, BRIANNAS SMOKED CHIPOTLE MARINADE, yang diimpor oleh Foody Gourmet International Ltd., dan saus steak A-1 yang diimpor oleh Grand Global. Alasannya adalah karena melanggar deteksi residu pestisida etilen oksida, yang melanggar larangan peraturan deteksi.
Wakil Dirjen FDA Lin Chin-fu (林金富) menyampaikan kepada para wartawan, bahwa berdasarkan statistik FDA, antara 3 Desember 2023 hingga 3 Juni tahun ini, total ada 409 batch saus impor dari AS yang diajukan dalam pemeriksaan. 8 batch di antaranya tidak memenuhi syarat, terhitung 1,96%, kedua bisnis ini akan disesuaikan dengan inspeksi batch demi batch, dan perbatasan akan terus memperkuat seleksi batch hingga 7 Juli tahun ini.
Direktur Pusat Racun Klinis dari RS Chang Gung Linkou, Dr. Yen Tzung-hai (顏宗海) menyampaikan, bahwa etilen oksida terdaftar sebagai karsinogen level 1 dari Badan Penelitian Kanker Internasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat ini, hanya beberapa negara seperti AS dan Kanada yang mengizinkan etilen oksida dalam rempah-rempah dan biji wijen untuk tujuan sterilisasi. Paparan etilen oksida dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker darah dan limfoma, dan juga dapat menyebabkan lesi sistem saraf pusat dan perifer, bahkan dalam jumlah kecil, menyebabkan kekhawatiran terkait karsinogenesis.
Selain itu, biji jinten Hathi dari India yang diimpor oleh Trinity Indian Store ditemukan mengandung 20 residu pestisida yang tidak memenuhi peraturan, termasuk etilen oksida, trithiazole, axazone, fluoxal, dan pestisida yang tidak sesuai peraturan. Seluruhnya dengan berat 10 kilogram akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan. Lin Chin-fu menyampaikan, bahwa produk dari asal dan nomor seri yang sama akan diperiksa batch demi batch.
“Bumbu Asinan Kubis” yang diimpor dari Daratan Tiongkok oleh Hollyyear Kitchen Co. Ltd., ditemukan mengandung 0,05g/kg pengawet asam asetat dehidrasi. Lin Chin-fu mengutarakan, bahwa asinan kubis tidak termasuk dalam kisaran asam asetat dehidrasi yang dapat digunakan, dan total 435 kilogram akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan; produk dari asal yang sama dan nomor seri yang sama akan disesuaikan dari pemeriksaan batch umum hingga pemeriksaan batch yang diperkuat.