(Taiwan, ROC) --- CEO NVIDIA, Jensen Huang (黃仁勳), berencana untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D) kedua di Taiwan, memicu persaingan sengit di antara berbagai kota dan kabupaten di Taiwan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala National Science and Technology Council (NSTC), Wu Cheng-wen (吳誠文) mengatakan bahwa Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang, dan NSTC akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada semua kota dan kabupaten, serta menghormati keputusan NVIDIA.
Produsen chip AI terkemuka NVIDIA, yang dipimpin oleh CEO Jensen Huang, telah mengumumkan rencana untuk mendirikan pusat R&D kedua di Taiwan dalam lima tahun ke depan. Sembilan kota dan kabupaten di Taiwan secara aktif berupaya untuk menarik investasi tersebut.
Saat menyampaikan laporan bisnis kepada Komite Pendidikan dan Kebudayaan di Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (5/6), Wu Cheng-wen ditanya tentang kota atau kabupaten mana yang paling cocok untuk investasi tersebut.
Wu Cheng-wen mengatakan bahwa Presiden Lai telah menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang, dan pihaknya akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada semua kota dan kabupaten, serta menghormati keputusan NVIDIA.
Wu Cheng-wen mengatakan, "Presiden Lai telah menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang. Kami akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada semua kota dan kabupaten yang memiliki fondasi yang kuat dan menawarkan kondisi yang prima untuk mengembangkan industri unggulan. Kami akan menghormati keputusan NVIDIA."
Wu Cheng-wen juga ditanya apakah dia telah bertemu dengan Jensen Huang. Dia mengatakan bahwa meskipun dia belum bertemu langsung dengan Jensen Huang, tetapi dia telah melakukan kontak dengan manajer umum dan eksekutif senior NVIDIA lainnya.
Mereka telah membahas investasi di Taiwan, serta potensi pengembangan di masa depan, termasuk pendirian pusat R&D baru, dan bahkan komitmen NVIDIA untuk menyumbangkan sebagian daya komputasi mereka kepada akademisi Taiwan. Namun, karena perkembangan spesifikasi peralatan yang sangat cepat, rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Beberapa anggota legislator juga menyatakan keprihatinan mereka tentang risiko potensial yang ditimbulkan oleh perkembangan AI yang pesat. Wu Cheng-wen menekankan bahwa kerangka kerja awal untuk undang-undang dasar AI telah dibuat, dan tiga pertemuan akan diadakan bulan ini untuk mengumpulkan masukan dari industri, lembaga penelitian, dan kelompok hak asasi manusia.
Manajemen risiko adalah komponen yang sangat penting, dan akan ada pernyataan yang tepat dalam undang-undang tersebut.
NSTC menambahkan bahwa undang-undang dasar AI akan menguraikan pedoman administrasi dasar untuk pengembangan AI nasional, yang mencakup prinsip-prinsip dasar dan prioritas pemerintah, alih-alih berfungsi sebagai undang-undang yang mengatur dan menjatuhkan hukuman.
NSTC akan memainkan peran koordinasi lintas kementerian dan lintas domain, memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang memadai antara kebutuhan industri dan masyarakat, dengan tujuan untuk mengajukan rancangan undang-undang pada akhir Oktober mendatang.