(Taiwan, ROC) -- Kementerian Ketenagakerjaan akan memberlakukan cuti tanpa gaji yang fleksibel untuk kepentingan pendidikan dan perawatan bayi dan anak mulai Juni 2024, agar pekerja perempuan yang memiliki anak berusia di bawah 3 tahun dapat mengambil cuti “harian”, sekarang ini sudah ada 63 perusahaan baik negeri maupun swasta yang turut andil. Bagaimana dengan perusahaan pada umumnya dalam pemberlakuan cuti perawatan bayi? Bank Tenaga Kerja mengumumkan hasil survei memperlihatkan, jika pekerja mengambil cuti merawat bayi, ada 44%perusahaan yang tidak menambah tenaga kerja bantuan, oleh karena itu pekerjaan akan dibebankan kepada teman kerja lainnya, sedangkan ada 30% perusahaan yang secara jujur menyatakan bahwa sulit untuk kembali pada posisi semua apabila pekerja mengambil cuti setengah tahun untuk merawat bayi.
Situs Pencarian Kerja Yes 123 yang melakukan survei terhadap 1.388 orang dan 1.015 perusahaan, dan hasil yang diumumkan menunjukan, 56% perusahaan akan menambah tenaga bantuan jika ada karyawannya yang mengajukan cuti merawat bayi, di antaranya ada 41,6% menggunakan tenaga kerja out sourcing atau part time, 14,7% merekrut karyawan baru. Berarti sekitar 44% perusahaan yang tidak menambah tenaga kerja untuk mengambil alih beban kerja selama karyawan bersangkutan cuti, melainkan beban kerja dibagikan kepada karyawan yang ada, sementara apabila ada karyawan yang mengambil cuti merawat bayi selama setengah tahun, ada 29% perusahaan yang dengan jujur menyampaikan tidak akan menunggu karyawan tersebut kembali ke posisi sebelumnya.
Survei juga memperlihatkan, sebanyak 64,2% pekerja yang beranggapan lingkungan kerja di Taiwan tidak ramah bagi tenaga kerja yang memiliki anak kecil, tetapi apabila menanyakan perusahaan apakah memperbolehkan karyawannya membawa anaknya ke tempat kerja, ada 64% yang boleh, sedangkan ada 35,6% pihak pemberi kerja bersedia memberikan bayaran gaji kepada karyawan yang cuti untuk merawat anak.