(Taiwan, ROC) – Pada 25 Maret, Kementerian Ekonomi (MOEA) merilis statistik pendapatan industri grosir, ritel, dan katering untuk bulan Februari. Di antaranya, industri ritel dan katering terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan ritel pada bulan Februari mencapai NT$359,9 miliar (Rp178,3 triliun), mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan yang sama dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,3%, dengan pertumbuhan positif selama 30 bulan berturut-turut.
Pendapatan gabungan industri ritel untuk bulan Januari dan Februari mencapai NT$769,3 miliar (Rp380,4 triliun), juga merupakan rekor tertinggi untuk periode yang sama dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,3%.
Sementara itu, pendapatan industri katering pada bulan Februari mencapai NT$96,9 miliar (Rp47 triliun), mencatat pendapatan tertinggi kedua sepanjang sejarah dengan pertumbuhan tahunan sebesar 24,6%. Industri ini mengalami perubahan, dari pertumbuhan negatif menjadi pertumbuhan positif.
Pendapatan gabungan industri katering untuk Januari dan Februari mencapai NT$188,4 miliar (Rp93 triliun), juga mencetak rekor tertinggi untuk periode yang sama dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,7%.
Departemen Sensus dan Statistik (C&SD) mengungkapkan, terjadi peningkatan peluang bisnis menjelang musim panas dan pergantian musim, ditambah dengan adanya perayaan seperti Hari Perempuan Internasional dan Hari Valentine. Selain itu, dengan strategi pembukaan gerai baru dan pengembangan merek baru yang dilakukan oleh para pelaku bisnis, sektor ritel dan sektor katering diproyeksikan akan terus tumbuh. Pendapatan sektor ritel diperkirakan dapat meningkat sebesar 0.3 hingga 3.3%, sedangkan pendapatan sektor katering diharapkan dapat meningkat sebesar 8.8 hingga 11.8%.
Selain itu, Departemen Sensus dan Statistik juga mengumumkan bahwa pendapatan sektor grosir pada bulan Februari mencapai NT$825,2 miliar (Rp408,5 triliun), mengalami penurunan tahunan sebesar 4.2% karena penjadwalan hari kerja akibat perayaan Tahun Baru Imlek.
Namun, jika melihat pendapatan gabungan bulan Januari dan Februari, pendapatan sektor grosir mencapai NT$1,9 triliun (Rp940,7 triliun), dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9.1% sehingga menjadi salah satu rekor tertinggi kedua dalam sejarah.