(Taiwan, ROC) – Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (28/3) mengunjungi Pameran Alat Mesin Internasional Taiwan 2024 (TMTS), serta menyampaikan bahwa perkembangan industri mesin dan industri perkakas di Taiwan memiliki empat fondasi, termasuk layanan kostumisasi, efek klaster industri di tengah Taiwan, dukungan pemerintah, dan restrukturisasi rantai pasok global, terutama koalisi demokratis yang berharap untuk memiliki rantai pasok industri demokratis yang dapat dipercaya.
Wapres Lai juga berharap setelah dirinya dilantik pada tanggal 20 Mei mendatang, ia dapat saling bergandengan tangan dengan industri dalam menghadapi tantangan secara bersama-sama, dan mengubahnya menjadi peluang.
Wapres Lai menyampaikan, Taiwan sudah menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang dapat memproduksi alat mesin tingkat tinggi, dan pada tahun ini juga telah menjadi selangkah lebih maju. Pameran kali ini menggunakan lebih dari 3.300 stan, serta diperkirakan akan menyambut lebih dari 50.000 pengunjung dan juga dihadiri oleh negara-negara produsen alat mesin tingkat tinggi terkenal di dunia, seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman dan Swiss, menunjukkan bahwa TMTS telah menjadi salah satu acara penting dalam industri alat mesin global, serta patut diakui
Wapres Lai menunjukkan bahwa dengan latar belakangnya di dunia kedokteran, dirinya melihat industri mesin seperti sistem kerangka tubuh manusia yang mendukung perkembangan industri di Taiwan, serta sangatlah penting bagi kemajuan ekonomi Taiwan. Dirinya juga merinci empat fondasi uutama perkembangan industri alat mesin Taiwan; Pertama, karena pihak industri telah berupaya mengembangkan layanan kostumisasi dan fleksibel; Kedua, mereka telah membangun “jalur emas” industri alat mesin sepanjang 60 km di tengah Taiwan, yang efek klusternya sangatlah baik dan jarang ditemui di dunia; Ketiga, pemerintah telah memberikan dukungan yang kuat untuk pengembangan industry; Terakhir, gelombang restrukturisasi rantai pasok global, terutama akibat COVID-19 yang telah membuat rantai pasokan yang awalnya panjang menjadi lebih pendek. Selain ituu, karena adanya perbedaan yang jelas antara kubu demokratis dan otoriter, kubu demokratis membutuhkan rantai pasok industri demokratis yang dapat dipercaya, yang merupakan peluang bagi Taiwan.
Lai Ching-te mengatakan, “Taiwan adalah negara demokrasi, berawal dari era kegelapan pemerintahan otokrasi dan dictator, hingga kini era demokrasi yang terbuka, menjadikan warga sebagai tuan atas negaranya, hidup secara bebas, dapat menikmati berbagai nilai-nilai HAM, sangat bermanfaat besar bagi industri, mewujudkan demokrasi, menjaga demokrasi dan memperkuat demokrasi, ini bukan sekedar dampak politik saja, melainkan juga memengaruhi kehidupan masyarakat, pengembangan industri , terlebih-lebih perubahan geopolitik saat ini, sangat penting sekali.”
Wapres Lai menuturkan, Presiden Tsai telah mengumumkan target transformasi emisi nol bersih pada tahun 2050, sementara mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga memperkenalkan peta jalan transformasi emisi nol bersih pada tahun 2050 selama masa jabatannya. Pemerintah telah aktif membantu berbagai sektor untuk bergerak maju menuju transformasi emisi nol bersih, di mana salah satu bagian penting dari transformasi digital adalah kecerdasan buatan (AI). Selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri, dirinya juga telah mendorong rencana aksi AI dalam membantu industri untuk menjadi lebih berbasis kecerdasan buatan.