(Taiwan, ROC) --- Dalam beberapa tahun terakhir, manikur dan ekstensi bulu mata menjadi sangat populer di kalangan generasi muda di Taiwan, sehingga meningkatkan permintaan dan memicu pertumbuhan pesat jumlah toko terkait.
Menurut data dari Kementerian Keuangan (MOF), jumlah toko dan penjualan industri manikur dan ekstensi bulu mata telah tumbuh 1,2 kali lipat dalam waktu singkat lima tahun, dengan kota Taichung memiliki jumlah toko terbanyak sebanyak 562 toko, dan Kota New Taipei mengalami peningkatan terbesar sebesar 153% dalam jumlah toko.
Sedangkan dari segi omzet, kota Taipei memiliki keuntungan terbesar dengan NT$670 juta, dan Kaohsiung mengalami peningkatan terbesar sebesar 167%.
圖/奇摩故事
Berdasarkan pemberitaan media UDN (United Daily News), Eksekutif Direktur Riset Bisnis Perumahan, Jessica Hsu (徐佳馨), menyatakan bahwa saat ini banyak generasi muda yang mengikuti tren berwirausaha mikro, di mana bisnis manikur dan ekstensi bulu mata menawarkan biaya rendah, fleksibilitas jam kerja, dan tingkat kepatuhan pelanggan yang tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi banyak orang untuk memulai bisnis.
Selain itu, jenis pekerjaan ini tidak memerlukan area yang luas dan bahkan tidak perlu beroperasi di lantai dasar, sehingga berpotensi menjadi penyelamat bagi toko mikro atau toko yang tidak digunakan.
Dari sudut pandang enam kota utama, baik jumlah toko maupun omzet, Kota Taipei menduduki posisi teratas. Namun, dalam lima tahun terakhir, peningkatan di kota ini justru menempati posisi terakhir.
Sebaliknya, Kota New Taipei telah tumbuh lebih dari 1,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir, menempati puncak di antara enam kota utama, yang menunjukkan bahwa industri manikur dan ekstensi bulu mata masih dalam periode pertumbuhan yang cepat.
![]()
圖/今日新聞
Jessica Hsu menunjukkan bahwa meskipun industri seperti manikur dan ekstensi bulu mata memiliki ambang masuk yang rendah, tetapi para pengusaha akan menghadapi persaingan yang ketat di masa depan.
Dia juga mengingatkan bahwa para pengusaha sebaiknya dapat mengendalikan biaya di awal, bahkan mungkin mengadopsi model bisnis kerja sama.
Setelah basis pelanggan stabil, mereka dapat secara bertahap memperluas operasi mereka untuk menghindari menghabiskan terlalu banyak modal pada tahap awal berusaha, sehingga berakhir dengan banyak hutang.