(Taiwan, ROC) -- Kementerian Ekonomi (MOEA) diperkirakan akan mengadakan Rapat Dewan Peninjauan Harga Listrik pada bulan Maret untuk membahas harga listrik baru yang akan berlaku pada bulan April. Mengingat Taiwan Power Company (Taipower) menghadapi kerugian besar, maka harga listrik diprediksi akan naik. Terkait hal ini, Ketua Asosiasi Industri dan Perdagangan Nasional Taiwan (CNAIC) Wu Dong-liang (吳東亮) yang hadir dalam acara tahun baru bersama delapan organisasi perdagangan dan industri utama Taiwan pada 27 Februari, mengatakan bahwa sektor industri memahami bahwa kenaikan harga listrik mencerminkan kenaikan biaya modal. Kenaikan tarif listrik tahun ini tidak bisa dihindari dan besarannya akan ditentukan oleh Dewan Peninjauan Harga Listrik. Namun, dia berharap pemerintah dapat menyediakan langkah-langkah dukungan untuk sektor-sektor yang lebih terbebani, guna mengurangi dampaknya terhadap industri, perdagangan, dan pemakaian listrik rumah tangga.
Mengenai prospek ekonomi tahun ini, Wu Dong-liang menegaskan bahwa ekonomi akan tumbuh stabil secara internal maupun eksternal di tahun ini. Index Bursa Saham Taiwan telah mencapai rekor tertinggi sejak awal tahun ini, dan hal yang sama juga terjadi dengan bursa saham di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di masa depan. Meskipun masih ada inflasi tinggi dan risiko geopolitik, yang mungkin menyebabkan Federal Reserve AS menunda penurunan suku bunga, tetapi orang-orang masih optimis.
Ketika menyinggung soal rencana Taiwan untuk mengambil tenaga kerja India, Wu Dong-liang menyampaikan bahwa kekurangan tenaga kerja adalah fenomena jangka panjang di Taiwan. Mengambil tenaga kerja India bukanlah untuk menggantikan tenaga kerja lokal, tetapi untuk "mengisi kekosongan" lowongan pekerjaan. Dia menyambut baik langkah tersebut, tetapi mengenai industri yang dibuka, standar kerja, jumlah pekerja migran yang masuk, metode perekrutan, dll, semuanya bergantung pada perencanaan dan evaluasi berkala oleh pemerintah.
![]()
(foto: CNA)