(Taiwan, ROC) – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan pada hari ini (29/2) mengumumkan jika hari “Hari Kesetaraan Upah” nasional pada tahun 2024 jatuh pada tanggal 23 Februari, yang berarti wanita harus bekerja selama 54 hari lebih lama daripada pria agar gajinya dapat sama.
MOL menunjukkan, Hari Upah Setara di Taiwan dihitung berdasarkan selisih rata-rata upah per jam antara dua jenis kelamin dalam survei upah pekerja yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) Yuan Eksekutif pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, rata-rata upah per jam wanita di Taiwan dalah NT$ 318, atau 85,3% dari upah pria yakni sebesar NT$$ 373. Dengan demikian, kesenjangan upah antara kedua jenis kelamin adalah 14,7%. Dalam kata lain, wanita harus bekerja selama 54 hari lebih banyak dari pria untuk mencapai pendapatan tahunan yang sama dengan pria. Oleh karena itu, terhitung mulai 1 Januari 2024, Hari Kesetaraan Upah jatuh pada tanggal 23 Februari.
MOL menganalisis bahwa sejak dimulainya pengumuman terkait Hari Upah Setara di Taiwan, kesenjangan upah antara kedua jenis kelamin dalam jangka panjang telah menunjukkan tren penyempitan. Meskipun sempat terjadi penyimpangan sementara pada tahun 2021-2022 lantaran dipengaruhi oleh kecamuk pandemi, tetapi pada tahun 2023 sekali lagi dapat kembali ke jalur penurunan awal, yang diyakini akibat adanya pemulihan permintaan tenaga kerja di sektor layanan dalam negeri. Pencapaian ini meningkat sebanyak 4 hari jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, serta merupakan pencapaian terbaik dalam kurun waktu 13 tahun yang sama dengan pencapaian pada tahun 2020.
Kepala Departemen Statistik MOL, Mei Chia-yuan (梅家瑗) menegaskan bahwa selain dipengaruhi oleh jenis kelamin, rata-rata upah kedua jenis kelamin juga berkaitan dengan sifat pekerjaan, jenis pekerjaan, masa kerja, pendidikan dan pengalaman. Memperkecil kesenjangan upah antara kedua jenis kelamin adalah target bersama seluruh masyarakat dunia. Menyempitnya kesenjangan upah antara kedua jenis kelamin di Taiwan juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.