(Taiwan, ROC) - John Deng (鄧振中), Ketua Kantor Perundingan Perdagangan (OTN) akan memimpin delegasi pejabat Taiwan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-13 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dijadwalkan digelar di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi.
Dipimpin oleh John Deng, delegasi KTM Taiwan yang mencakup perwakilan untuk WTO Lo Chang-fa (羅昌發) dan juga pejabat dari OTN, Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Pertanian (MOA), akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari 164 negara anggota dan 25 negara pengamat WTO dalam konferensi yang dijadwalkan digelar pada tanggal 26 hingga 29 Februari.
Menurut siaran pers OTN, delegasi Taiwan akan mengangkat sejumlah isu pada pertemuan tersebut, antara lain meminta WTO untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul akibat negara-negara non-pasar menyalahgunakan subsidi yang ditujukan untuk pasar tertentu, yang menyebabkan kelebihan produksi komoditas seperti panel tenaga surya dan baja.
OTN mengemukakan, delegasi Taiwan akan meminta WTO untuk membentuk mekanisme penyelesaian perselisihan yang lebih lengkap dan menyeluruh guna mengekang bertambahnya perselisihan perdagangan antar negara; dan mengatur secara tegas negara-negara yang tercatat melakukan penangkapan ikan berlebihan, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi keamanan pangan.
OTN menambahkan, para anggota delegasi juga akan memperkenalkan kemajuan Taiwan membangun kemitraan perdagangan global dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Inisiatif Perdagangan Taiwan-AS Abad ke-21, Perjanjian Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal Asing Taiwan-Kanada, serta Penguatan Perjanjian Kemitraan Perdagangan Taiwan-Inggris.
Publikasi perjanjian kemitraan perdagangan Taiwan akan menunjukkan dukungan internasional pada Taiwan serta kegigihan dan transparansinya dalam perdagangan global, dan diharapkan dapat membantu Taiwan bergabung dengan lebih banyak organisasi ekonomi regional, lanjut OTN.
Berdasarkan data OTN, sejak resmi menjadi bagian dari WTO pada tahun 2002, perdagangan luar negeri Taiwan telah meningkat 2,5 kali lipat.
Berbeda dengan konferensi terakhir pada tahun 2022, yang berfokus pada revitalisasi pascapandemi, KTM dua tahun sekali pada tahun ini akan mengarah pada reformasi WTO, keberlanjutan dan e-commerce.