History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

15 Produsen Raih Peluang Bisnis Produk Halal di Pameran Gulfood 2024

  • 22 February, 2024
  • 鄭蕙玲
15 Produsen Raih Peluang Bisnis Produk Halal di Pameran Gulfood 2024
15 Produsen Raih Peluang Bisnis Produk Halal di Pameran Gulfood 2024 (foto: Kantar Dagang Taipei di Dubai)

(Taiwan, ROC) Acara peresmian pameran produk makanan Gulfood 2024 di Dubai World Trade Centre berlangsung pada tanggal 19 Februari 2024, digelar selama 4 hari berturut-turut, sebanyak lebih dari 5.500 produsen dari 190 lebih negara yang ikut berpartisipasi. Dewan Pengembangan Eksternal Taiwan (TAITRA) melalui Kaoshiung City Farmers memimpin 15 produsen Taiwan yang memroduksi makanan halal ikut mempersiapkan pavilion Taiwan, mempromosikan beberapa produk diantaranya kopi, jus buah dan produk olahan pertanian, memperebutkan peluang bisnis produk makanan halal.

Pavilion Taiwan yang diisi oleh 15 produsen makanan yang telah bersertifikasi produk halal, memasarkan beberapa produk diantaranya kopi, jus buah, produk olahan pertanian, produk makanan siap saji ala Chinese, ala Jepang hingga produk camilan seperti moci, popcorn dll. Pada hari pembukaan menarik perhatian produsen dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, India dan Mesir serta warga mencicipinya.

Lebih dari separuh partisipan pameran ini telah mengakar bertahun-tahun di kawasan Timur Tengah diantaranya perusahaan seperti Zhiyuan(知原)、Bolang(伯朗)、Falu(法露)、Tung Shiang(統香). Perusahaan Green Max yang terkenal dengan produk bubur tepung terigu mian cha pertama kali ikut serta dalam pameran kali ini. Salah satu dari 3 produsen beras besar di Taiwan, Sunsuivi memberikan sampel camilan tradisional Jipang, untuk dicicipi dan mendapat pujian dari pengunjung.

Sekjen Kantor Dagang Taipei di Dubai, Chai Chieh-hsiu (柴介修) pada tanggal 20 Februari 2024 berkunjung ke pavilion Taiwan dan mengatakan, dibandingkan dengan negara teluk lainnya, Uni Emirat Arab sejak awal telah terbuka dan bisa menerima budaya dan kebiasaan makanan yang berbeda. Ditambah lagi daya beli di Uni Emirat Arab yang cukup tinggi, pasca pandemi revitalisasi ekonomi bertumbuh dengan cepat sekali, pergerakan lintas manusia juga terus bertambah sehingga permintaan aneka produk makanan juga semakin tinggi.

Chai Chieh-hsiun lebih lanjut menambahkan, perusahaan Taiwan di Uni Emirat Arab mengutamakan kualitas produk dan kekuatan berkreasi untuk mempersiapkan diri agar lebih kompetitif, tahun lalu nilai ekspor produk pertanian Taiwan ke Uni Emirat Arab mencapai US$ 16,2 juta, persentase pertumbuhan mencatat 51%, maka ia optimis terhadap peluang bisnis untuk produsen Taiwan di Uni Emirat Arab.

Komentar

Terbarumore