(Taiwan, ROC) – Berdasarkan sebuah survei yang diumumkan oleh bank tenaga kerja, sebanyak 73% perusahaan memberikan angpau pada “hari mulai bekerja” dan 74% perusahaan berencana untuk menaikkan gaji setelah Tahun Baru Imlek, persentasenya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan survei yang diumumkan oleh situs web pencarian kerja Yes123 setelah mengumpulkan 1.277 kuesioner anggota dan 1.018 kuesioner perusahaan yang valid, hasilnya menunjukkan bahwa 73% perusahaan akan memberikan angpau pada hari mulai bekerja, sedikit lebih tinggi dari angka persentase pada tahun lalu, yakni sebesar 70.1%. Rata-rata setiap angpau yakni sebesar NT$953, meningkat sebesar NT$32 jika dibandingkan pada tahun lalu.
Selain itu, sebanyak 74% perusahaan mengungkapkan bahwa mereka memiliki rencana untuk menaikkan gaji setelah tahun baru imlek, jauh lebih tinggi dari 63% pada periode yang sama tahun lalu. Mengenai posisi yang paling berpotensi untuk mendapatkan kenaikan gaji, jika ditilik dari kondisi yang dapat dipilih lebih dari satu, urutannya adalah “tenaga penjualan atau pemasaran”, “layanan pelanggan atau staf toko”, “operator lini produksi”, serta “insinyur atau tenaga teknis di lini produksi”, “pengembangan produk”, dan “staf pemasaran atau perencanaan bisnis”. Rata-rata kenaikan gaji perusahaan adalah 4,6%, dan sebanyak 8,4% perusahaan mengungkapkan bahwa persentase kenaikan gajinya melebihi angkat 10%.
Juru bicara situs pencarian kerja Yes123, Yang Zong-bin (楊宗斌) menganalisis bahwa anggaran dan persentase pihak perusahaan memberikan angpau pada hari mulai bekerja meningkat, ditambah dengan keinginan untuk menaikkan gaji yang jelas meningkat, ini juga menunjukkan jika para pengusaha optimis tentang prospek ekonomi di masa depan, dan juga industri yang mengalami kekurangan tenaga kerja setelah pembukaan kembali perbatasan, masih memiliki ruang untuk penyesuaian dalam hal kompensasi.
Yang Zong-bin (楊宗斌) juga menyatakan, dengan mulai membaiknya kinerja bisnis perusahaan, desakan untuk kenaikan gaji dari pekerja akan semakin tinggi, dan pihak pengusaha pasti harus menghadapi masalah pembagian laba dengan karyawan. Jika kinerja di masa depan membaik, maka disarankan untuk ikut menaikkan gaji dan meningkatkan fasilitas bagi karyawan, dengan tujuan meningkatkan loyalitas karyawan dan mengurangi kehilangan bakat.

(foto: Canva)