(Taiwan, ROC) --- Harga kepemilikan properti di Taiwan kian hari kian mahal. Di satu pihak, pemerintah telah menyediakan program pinjaman perumahan dengan kondisi yang lebih menguntungkan, untuk membantu keluarga muda mengurangi beban finansial mereka, bahkan ketentuan yang ada juga telah memperpanjang durasi pinjaman hingga mencapai 40 tahun.
Namun demikian, di kota termahal seperti kota Taipei, pembeli masih harus menanggung cicilan bulanan sebesar NT$70 ribu untuk memiliki unit rumah idaman.
Para ahli menunjukkan bahwa pendapatan bulanan harus mencapai setidaknya NT$210 ribu untuk dapat mendukung beban tersebut, yang tentu saja akan membuat banyak orang merasa tidak mampu untuk membeli rumah.

圖/工商時報
Salah satunya adalah seorang warga, kita sebut saja namanya Jenny.
Jenny, seorang wanita berusia 33 tahun, mengumpulkan keberaniannya dua tahun lalu untuk membeli properti pertamanya di Kawasan Perencanaan Ulang - A7 Guishan di Taoyuan.
Properti tersebut memiliki luas 35 ping (setara dengan 116 m2) dengan harga total NT$10,45 juta, yang direncanakan akan selesai pada akhir tahun ini. Dia percaya bahwa harga properti di Taoyuan, yang letaknya berdekatan dengan New Taipei, relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di Taipei dan New Taipei.
Jenny mengatakan, "Karena saat ini harga properti di Taoyuan sekitar… ketika saya membeli, kira-kira NT$300 ribu per satu ping (setara 3,31m2). Jika dibandingkan dengan Taipei, harganya mungkin bisa mencapai NT$500 ribu hingga NT$600 ribu per satu ping, atau bahkan lebih tinggi. Dari segi tekanan finansial, tentu ini jauh lebih besar."
Jenny, yang berpenghasilan sekitar NT$50 ribu per bulan, menghabiskan antara NT$10 ribu hingga NT$20 ribu untuk pengeluaran bulanan.
Dia mencatat bahwa harga makanan yang dijual di luar rumah terus meningkat, sering kali melebihi NT$100. Jenny mengatakan bahwa setelah apartemennya selesai dibangun pada akhir tahun, maka dia akan harus membayar lebih dari NT$30 ribu per bulan untuk cicilan hipotek.
Diluncurkannya program "New Youth Housing Security 新青安專案", yang menawarkan suku bunga tetap untuk pinjaman hipotek sebesar 1.775%, membuat dirinya dia dapat menghemat sejumlah uang.

圖/風傳媒
Jenny melanjutkan, "Pendapatan bulanan saya sekitar NT$50 ribu, setelah dipotong pengeluaran sehari-hari, sebenarnya tidak banyak tersisa. Setelah rumah diserahkan, saya harus membayar cicilan rumah sekitar NT$30 ribu, tekanannya cukup besar. Maka dari itu, saya akan mempertimbangkan mengajukan pinjaman New Youth Housing Security, agar tekanannya bisa lebih ringan."
Program "New Youth Housing Security" mungkin menarik perhatian banyak orang. Namun demikian, bagi kaum muda untuk membeli rumah tidak lah semudah yang dibayangkan. Mereka harus melewati dua hambatan besar, yaitu uang muka dan cicilan bulanan.
Oleh karena itu, bagi kalangan muda yang tidak memiliki dana cukup, sebaiknya tidak membeli properti yang harganya melebihi kemampuan finansial mereka.

圖/TVBS
Kini pertanyaannya, untuk membeli rumah di enam kota utama di Taiwan, dengan pinjaman New Youth Housing Security, berapa pendapatan bulanan yang dibutuhkan?
Menurut survei yang dilakukan oleh agen properti, untuk membeli rumah di Kota Taipei, maka pendapatan bulanan minimal harus mencapai NT$210 ribu. Sedangkan di Kota New Taipei, pendapatan bulanan minimal harus mencapai NT$114 ribu, barulah memenuhi perencanaan keuangan yang sehat.
Agen Properti Taiwan Realty Estate (台灣房屋), melakukan perhitungan kasar terhadap harga properti di enam kota utama di Taiwan, dengan menyertakan suku bunga yang ditawarkan oleh program "New Youth Housing Security", yakni 1,775%, untuk masa cicilan selama 40 tahun, dan kapasitas pinjaman sebanyak 80% dari total harga rumah.
Dari perhitungan di atas, didapati bahwa rumah di Kota Tainan dan Kaohsiung dengan harga rata-rata NT$ 10 juta, maka cicilan bulanan yang harus ditanggung adalah sekitar NT$22 ribu hingga NT$23 ribu, atau dengan kata lain lebih ringan dibandingkan dengan empat kota besar di Taiwan lainnya.
Sedangkan, cicilan bulanan di Kota New Taipei akan berkisar NT$38 ribu, dan untuk Kota Taipei beban cicilan bulanan bahkan lebih tinggi, yakni mencapai NT$70 ribu. Ahli menunjukkan bahwa pendapatan bulanan keluarga di kota Taipei, setidaknya harus mencapai NT$210 ribu untuk dapat menanggung cicilan. Tanpa mencapai taraf gaji ini, maka akan sulit untuk menanggung cicilan rumah.

圖/今周刊
Direktur Eksekutif Taiwan Realty Estate, Charlene Chang (張旭嵐) mengatakan, "Sebaiknya sepertiga pendapatan bulanan keluarga, digunakan untuk pembayaran cicilan rumah, jangan lebih banyak dari itu. Ini adalah cara pengelolaan keuangan yang lebih sehat. Jadi, berdasarkan perhitungan ini, jika Anda perlu membayar cicilan bulanan sebesar NT$70 ribu, maka pendapatan keluarga Anda setidaknya harus mencapai NT$210 ribu. Bagi sebagian besar pasangan muda di kota Taipei, ini memang merupakan ambang batas yang cukup tinggi."
Direktur Eksekutif Pusat Penelitian Perencanaan Real Estate, Jessica Hsu (徐佳馨) mengatakan, "Umumnya, disarankan untuk tidak menghabiskan lebih dari sepertiga dari pendapatan keluarga untuk membayar cicilan rumah. Namun, mengingat kondisi saat ini, beberapa orang mungkin terpaksa menggunakan setengah dari pendapatan mereka untuk hal ini (bayar cicilan). Misalnya, dengan pendapatan sekitar NT$45 ribu, hanya sekitar NT$20 ribu yang dapat digunakan untuk membayar cicilan, yang berarti hanya dapat menanggung cicilan untuk pinjaman dengan total sekitar NT$4 juta. Jadi, memang tidak mudah untuk memulai proses pembelian rumah dengan kondisi seperti itu."
Para ahli menunjukkan bahwa tanggungan membeli rumah di selatan Taiwan relatif lebih ringan dibandingkan dengan utara Taiwan. Apalagi properti baru di area perkotaan, harganya telah melebihi NT$10 juta.
Jika pasangan yang baru menikah, memiliki anggaran di bawah NT$10 juta, maka mereka bisa mempertimbangkan membeli unit properti bekas, yang lebih memungkinkan untuk ditanggung.
Untuk mengurangi tekanan kepemilikan rumah bagi generasi muda di Taiwan, pemerintah memang telah berusaha. Namun, faktor mendasari ini semua terletak pada kenaikan harga rumah yang terus menerus terjadi, dan kondisi gaji rendah yang berkepanjangan.
Jika masalah ini tidak diatasi dari akarnya, berapapun banyaknya subsidi kebijakan yang digelontorkan, maka kemungkinan besar tidak akan membantu banyak.