(Taiwan, ROC) Bisnis produk skin care terkenal dari Inggris “The Body Shop” yang memiliki sejarah hampir 50 tahun kini memasuki masa kebangkrutan, lebih dari 2.000 karyawan terancam mendapat PHK.
Media AFP dan Reuters melaporkan, The Body Shop telah memberi kuasa kepada badan keuangan FRP Advisory untuk menangani, mencoba untuk menyelamatkan bisnis perusahaan ini.
Dalam pernyataan FRP Advisory menyampaikan, “Saat ini CEO dari The Body Shop menunjuk Tony Wright, Geoff Rowley dan Alastair Massey menangani perusahaan Inggris ini.
Dengan mengambil langkah ini supaya tetap memberikan stabilitas, fleksibilitas dan keamanan, mengidentifikasi cara terbaik untuk mengamankan masa depan The Body Shop dan menghidupkan kembali merek klasik Inggris ini. "
The Body Shop didirikan pada tahun 1976 oleh mendiang aktivis lingkungan dan HAM, Anita Roddick, cukup populer karena dinilai memenuhi tanggung jawab sosial dalam mempromosikan produk-produk alami, memenuhi norma etika dan menentang pengujian pada hewan. Ini merupakan produk domestik Inggris, akan tetapi sejak tahun 2006 setelah dijual kepada perusahaan kosmetik raksasa Prancis, L’Oreal kemudian berkali-kali bisnis ini berpindah tangan.
The Body Shop memiliki sekitar 200 toko di Inggris, 7% dari 3.000 toko di dunia yang tersebar meluas di 70 negara. Di seluruh dunia ada hampir 10.000 karyawan di direct store dan lebih dari 12.000 karyawan di toko franchise.