History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kapaistas Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin Taiwan Capai Puncak Baru

  • 12 February, 2024
  • 陳志勇
Kapaistas Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin Taiwan Capai Puncak Baru
Kapaistas Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin Taiwan Capai Puncak Baru

(Taiwan, ROC) - Listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya dan angin mendominasi lebih dari 50% energi total yang dihasilkan pada Minggu siang, sebuah rekor tertinggi yang sekali lagi membuat penghasilan energi terbarukan melampaui batu bara, demikian berdasarkan statistik terbaru yang diumumkan Minggu malam oleh perusahaan listrik negeri Taipower.

Listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dan angin berjumlah 10,01 gigawatt pada hari Minggu pukul 12:21 siang, menyumbangkan 52,37% dari total listrik yang dihasilkan pada saat itu, kata Taipower melalui sebuah siaran pers.

Ini adalah pertama kalinya listrik yang dihasilkan dari gabungan tenaga surya dan angin melampaui angka 10 gigawatt dan 50% dari total listrik yang dihasilkan di Taiwan, tambah Taipower.

Hal ini juga menunjukkan lompatan besar bagi transisi energi Taiwan mengingat selama liburan Tahun Baru Imlek tahun lalu pada bulan Januari 2023, listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya dan angin baru menembus angka 30% untuk pertama kalinya.

Taiwan juga mencapai tonggak sejarah baru pada hari Minggu, saat tenaga surya menghasilkan daya listrik 8,09 gigawatt pada siang hari, melampaui 8 gigawatt untuk pertama kalinya, menurut Taipower.

Peningkatan produksi energi terbarukan berarti Taipower dapat melakukan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan nuklir sehingga bisa siap menghadapi puncak musim konsumsi listrik selama musim panas, lanjut Taipower.

Untuk diketahui, pemerintah Taiwan menetapkan target untuk mendapatkan 15% listrik negaranya dari energi terbarukan pada tahun 2025.

Meskipun mengurangi target awal tahun 2025 dari 20% menjadi 15%, untuk memenuhi komitmen net-zero, pemerintah mengatakan tetap berharap untuk mendapatkan 60-70% pasokan listrik negara dari energi terbarukan pada tahun 2050.

Komentar

Terbarumore