History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Investor Asing Khawatir Margin Laba TSMC akan Turun, Pakar: Kuncinya Ada Pada Biaya Pabrik Luar Negeri

  • 20 January, 2024
  • 許秀玉
Investor Asing Khawatir Margin Laba TSMC akan Turun, Pakar: Kuncinya Ada Pada Biaya Pabrik Luar Negeri

(Taiwan, ROC) --- Jelang konferensi pengumuman laporan keuangan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), meskipun investor asing optimis terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan tersebut, tetapi mereka mengingatkan bahwa margin laba kotor TSMC mungkin berada di bawah dari target jangka panjang sebesar 53%. 

Menanggapi hal di atas, pada 16 Januari, para analisis mengevaluasi, meskipun dalam jangka pendek mereka melihat margin kotor TSMC akan terpengaruh dari proses transformasi teknologi mutakhir, tetapi perusahaan tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah ini melalui optimalisasi portofolio produk dan lainnya. 

Namun, tantangan yang lebih besar mungkin datang dari peningkatan biaya produksi pabrik di luar negeri, khususnya biaya operasional pabrik di Arizona, AS. Menjelang dihelatnya rapat analis dan investor TSMC, Morgan Stanley Securities, merilis pandangan terbaru mereka, memperkirakan bahwa TSMC tahun ini akan mendapat laba dari siklus pemulihan dan permintaan AI, dengan pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat, yakni sebesar 20%. 

Namun, di sisi lain, mereka juga khawatir bahwa margin laba kotor TSMC mungkin terpengaruh oleh menurunnya margin kotor dari proses chip 3 nanometer dan peralihan fasilitas chip 5 nanometer. Yang mana margin laba kotor dari kedua hal di atas akan berpotensi lebih rendah dari target jangka panjang TSMC, yakni 53%.

Namun, Kepala Taiwan Institute of Economic Research (TIER), Liu Pei-zhen (劉佩真), menyatakan bahwa kekhawatiran ini hanya berdampak pada jangka pendek.  Meski ada pengaruh dari transformasi proses teknologi mutakhir dan depresiasi fasilitas pemroduksian, tetapi masalah ini masih dapat diatasi dengan optimalisasi dan peningkatan kombinasi produk secara bertahap, sehingga masih dalam kendali.

Liu Pei-zhen menekankan bahwa dampak yang lebih besar terhadap margin laba kotor berasal dari operasi pabrik di luar negeri, terutama karena biaya produksi yang lebih tinggi. Liu Pei-chen mengatakan, "Dari perspektif saat ini, profitabilitas pabrik di luar negeri, misal Jepang kemungkinan akan lebih unggul daripada Jerman, dan Jerman lebih unggul daripada AS. Kapan pabrik AS akan menerima dana subsidi dan proporsi dana subsidi itu sendiri, semuanya akan berdampak pada operasi keseluruhan TSMC di AS, termasuk perubahan profitabilitas, dan efeknya pada margin laba kotor TSMC secara keseluruhan. Oleh karena itu, saya pikir fokus utama di masa depan harus diletakkan pada kondisi operasional keseluruhan pabrik AS."

Pada tanggal 18 Januari 2024, TSMC dijadwalkan mengadakan rapat analis dan investor guna melaporkan kondisi keuangan mereka untuk periode kuartal keempat tahun 2023 di Taipei. Ini tidak hanya menjadi pertemuan tatap muka pertama setelah 3 tahun melewati masa pandemi, tetapi juga merupakan konferensi pertama setelah Executive Chairman TSMC, Mark Liu (劉德音), mengumumkan akan pensiun. Menurut kabar yang beredar, posisi Executive Chairman TSMC berikutnya akan dinomasikan kepada C.C. Wei (魏哲家).

CNA file photo

(foto: CNA)

Komentar

Terbarumore