(Taiwan, ROC) - Kementerian Perekonomian (MOEA) telah menyusun rencana untuk merekrut profesional semikonduktor dari luar negeri dengan mengorganisasi misi pencarian bakat ke empat negara Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang, demikian menurut Badan Pengembangan Industri (IDA) MOEA.
Dengan agenda hampir sama dengan tahun lalu, rombongan yang terdiri dari perwakilan-perwakilan perusahaan lokal akan mengunjungi Filipina, Malaysia, Indonesia dan Vietnam, sebagai tanggapan atas imbauan dari kalangan industri, akademisi dan pemerintah untuk merekrut dan mengembangkan desain IC, perakitan dan pengujian talenta bagi industri semikonduktor domestik, yang sedang mengalami krisis kekurangan bakat yang parah.
Rombongan pertama akan berangkat ke Filipina pada bulan Maret, diikuti oleh rombongan lainnya ke Malaysia dan Indonesia pada bulan Juni, dan Vietnam pada bulan September, jelas IDA.
ASE Technology Holding Co. dan Powertech Technology Inc. telah mendaftar ke rombongan pertama menuju Filipina, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sumber bakat luar negeri utama bagi kedua perusahaan perakitan dan pengujian tersebut.
IDA menambahkan, Malaysia juga menjadi target utama pencari bakat Taiwan karena komunitas etnis Tionghoa dan jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Taiwan relatif tinggi, sementara Vietnam telah menarik perhatian perusahaan Taiwan karena ambisinya untuk mengembangkan bakat desain IC.
Singapura tidak diikutsertakan tahun ini karena perbedaan tempat kerja yang mencolok. Menurut IDA, para profesional di Singapura lebih memilih bekerja di pabrik lokal yang didirikan oleh MediaTek Inc. dan United Microelectronics Corp. untuk mendapatkan gaji bulanan yang lebih tinggi dan tunjangan lainnya, daripada bekerja di Taiwan.
Menurut data IDA, selain Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. dan ASE, perusahaan semikonduktor terkemuka lainnya seperti MediaTek Inc., United Microelectronics Corp., Phison Electronics Corp. dan Realtek Semiconductor Corp., merekrut total 316 orang untuk bekerja atau belajar di Taiwan setelah tur pertama mereka ke Asia Tenggara pada tahun lalu.