(Taiwan, ROC) --- Menurut statistik dari Ditjen Pariwisata Kementerian Perhubungan di Taiwan, semenjak bulan Januari hingga November 2023, jumlah orang Taiwan yang bepergian ke luar negeri mencapai 10,74 juta, sementara jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan berjumlah 5,672 juta, yang mana menciptakan defisit turis hampir 5,07 juta.
Dari jumlah di atas, ada sekitar 3 jutanya merupakan pasar Jepang. Pelaku industri pariwisata bertanya-tanya, "Mengingat pemerintah ingin membicarakan perihal kesetaraan, apakah ada pertimbangan untuk membatasi warga Taiwan yang bepergian ke Jepang?"
Berdasarkan data dari Ditjen Pariwisata, pada 11 bulan pertama tahun 2023 lalu, terdapat 5,672 juta kunjungan wisatawan asing ke Taiwan, dengan wisatawan dari Hong Kong dan Makau yang terbanyak, mencapai 1,05 juta.
Disusul oleh Jepang dengan 805 ribu, Korea Selatan 640 ribu, Amerika Serikat 462 ribu, Vietnam 357 ribu, dan Thailand 347 ribu.
Wisatawan dari Tiongkok, yang sebelumnya adalah pasar utama, diketahui menurun dari 2,714 juta pada tahun 2019 lalu, menjadi hanya tersisa 193 ribu pada tahun 2023 kemarin.
Sementara itu, terdapat 10,74 juta perjalanan ke luar negeri oleh warga Taiwan, dengan 3,83 juta menuju ke Jepang. Dengan kata lain, dari total perjalanan ke luar negeri, ada sekitar 35% di antaranya menuju Negeri Sakura. Yang berarti satu dari tiga orang Taiwan pernah bepergian ke Jepang pada sepanjang tahun 2023.
Tujuan berikutnya adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan total 1,59 juta pengunjung. Negara lain termasuk Korea Selatan dengan 876 ribu kunjungan, Thailand 706 ribu, Vietnam 764 ribu, dan Amerika Serikat 430 ribu.

圖/聯合報
Beberapa pelaku industri pariwisata secara pribadi mengkritik bahwa pada tahun lalu, Taiwan mengalami defisit pariwisata di hampir semua pasar utama, dengan defisit mencapai 5 juta orang hanya dari bulan Januari hingga November.
Terutama perjalanan ke Jepang mencapai 3,83 juta orang, menciptakan perbedaan kunjungan turis sekitar 3 juta antara Taiwan dengan Jepang.
Sembari mengamati statistik perjalanan wisatawan dari Jepang, Associate Professor Departemen Pariwisata Providence University, Huang Jeng-tsong (黃正聰), menunjukkan bahwa hanya pasar Korea Selatan yang pulih dengan baik, mengingat faktor kedekatan geografisnya dengan Jepang dan harga yang rendah.
Wisatawan Jepang dan negara lain yang ke Taiwan hanya pulih sekitar 50%. Huang Jeng-tsong berpendapat bahwa banyak tempat wisata di bagian sentral dan selatan Taiwan tidak mudah diakses oleh wisatawan asing. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan transportasi yang nyaman untuk menarik wisatawan asing ke Taiwan.

圖/聯合報
Ditjen Pariwisata menjawab, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti depresiasi mata uang yen Jepang, membuat Jepang menghapuskan pembatasan pandemi pada belakangan hari.
Jumlah penerbangan, tenaga kerja, dan promosi subsidi perjalanan domestik di Jepang, juga belum pulih sepenuhnya. Hal ini yang kemudian membuat jumlah wisatawan Jepang yang bepergian ke luar negeri pada tahun lalu hanya pulih hingga 52% jika dibandingkan masa sebelum pandemi.
Meski demikian, Taiwan masih merupakan tujuan wisata luar negeri ketiga terbesar bagi wisatawan Jepang.