(Taiwan, ROC) --- Pada bulan September tahun lalu, karena terpengaruh oleh musim taifun, membuat harga kubis sempat pernah melonjak hingga lebih dari NT$200 per kilogram.
Namun, seiring dengan menghangatnya suhu, membuat kondisi pertumbuhan sayuran membaik dan produksi kubis meningkat secara signifikan. Hal ini menyebabkan jumlah penawaran melebihi permintaan, dan pada akhirnya harga kubis pun jatuh drastis.
Saat ini, harga rata-rata kubis di pasar buah dan sayur Xiluo telah turun dari NT$60 per kilogram menjadi sekitar NT$6 hingga NT$7.
Belakangan ini, suhu pada siang hari di wilayah selatan dan sentral Taiwan umumnya berkisar 20C hingga 23C. Kondisi ini tentu akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan sayuran. Namun, bagi petani kubis, ini adalah bencana.
Seorang petani yang menanam sekitar 3 hektar kubis menyatakan bahwa harga rendah telah berlangsung cukup lama. Saat ini, harga kubis per kilogramnya sekitar NT$4 hingga NT$5. Dengan biaya penanaman sekitar NT$40.000/bidang tanah, ia sama sekali tidak bisa balik modal, dan terpaksa menjualnya dengan rugi.
圖/CNA
Ketua pasar buah dan sayur Xiluo, Tsai Te-fu (蔡德福), menganalisis bahwa pada akhir September tahun lalu, harga rata-rata sayuran per kilogramnya melebihi NT$40, dengan volume barang masuk mencapai 500 ton/hari.
Namun, saat ini, volume barang masuk harian telah melampaui 1000 ton, hampir dua kali lipat, terutama pada produk kubis yang meningkat secara signifikan. Volume kubis yang datang meningkat dari 10 hingga 20 ton per hari pada September tahun lalu, menjadi 200 hingga 300 ton per hari saat ini.
Pedagang sayur menyatakan bahwa satu kotak kubis seberat 30 kilogram, yang sempat dijual dengan harga NT$1500 hingga NT$3000 per kotaknya, kini hanya bisa dijual dengan harga NT$150 hingga NT$170 per kotak.
Meskipun banyak pihak yang memilih untuk menyimpannya di dalam penyimpanan pendingin, atau memasok ke layanan makanan massal, buffet, atau dibuat isian daging, tetapi karena produksi berlebih, harga kubis tetap sulit naik.

圖/鏡新聞
Mereka berpendapat bahwa pemerintah perlu untuk campur tangan, dengan pembelian besar-besaran atau menggelontorkan subsidi pengolahan tanah agar masalah ini dapat tertuntaskan.
Tsai Te-fu menunjukkan bahwa jika tidak ada perubahan besar pada cuaca, harga seperti ini akan bertahan untuk sementara waktu. Ia juga menambahkan, kualitas kubis saat ini lebih padat, kuat, dan manis daripada sebelumnya.
Tsai Te-fu menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli lebih banyak di tengah murahnya harga. Kubis juga sangat cocok untuk dibuat aneka menu makanan, seperti pangsit, bakpao, atau kimchi.