(Taiwan, ROC) - Indeks harga konsumen (IHK) Taiwan naik 2,50% pada tahun 2023, mencatat rekor tertinggi kedua dalam 15 tahun, dan jauh melampaui batas peringatan 2% yang ditetapkan oleh Bank Sentral.
Berdasarkan statistik terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), dalam satu setengah dekade terakhir, kenaikan IHK 2023 hanya lebih rendah dibandingkan 2022 sebesar 2,95%, utamanya disebabkan kenaikan harga pangan sebanyak 4,03%, biaya sewa sebanyak 2,16% dan biaya layanan hiburan sebanyak 7,08%.
DGBAS melaporkan, pertumbuhan IHK 2023 lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,46% pada bulan November. Untuk tahun ini, CPI inti, yang tidak termasuk sayur-sayuran, buah-buahan dan energi, naik 2,58%, juga melampaui peringatan 2%.
Meski demikian, spesialis DGBAS Tsao Chih-hung (曹志弘) mengungkapkan sikap optimistis terhadap terkendalinya kenaikan IHK pada tahun 2024. Dengan menurunnya harga bahan mentah internasional, jelas Tsao, tekanan inflasi akan terus berkurang dan IHK diperkirakan akan turun kembali ke bawah 2% pada kuartal kedua 2024.
Tsao juga mengutip laporan DGBAS pada bulan November yang memperkirakan bahwa kenaikan IHK Taiwan akan turun menjadi 2,43% pada kuartal pertama, 1,81% pada kuartal kedua, 1,42% pada kuartal ketiga, 0,93% pada kuarter keempat, dan 1,64% untuk 2024 secara keseluruhan.