(Taiwan, ROC) -- Pakar ekonomi global optimis akhir tahun 2024 nanti inflasi global akan kembali pada standar normal. Beberapa waktu lalu, pakar ekonomi menganalis, alasan utama adalah pulihnya rantai pasokan Tiongkok, melonjaknya pasokan, selain tingkat Indeks Harga Konsumen (CPI) dari Daratan Tiongkok sendiri mengalami pertumbuhan minus, sehingga harga barang yang rendah menyebabkan naik ekspor secara drastis, bahkan menekan harga global. Sedangkan tren dasar lembaga ekonomi utama Amerika dan Eropa berbeda, kuartal kedua tahun depan akan dipimpin oleh Eropa, pertumbuhan CPI tahunan diharapkan menurun hingga 2%, sedangkan Amerika Serikat harus menanti hingga paruh kedua tahun depan, sementara harga barang Taiwan diperkirakan juga akan naik pada kuartal kedua tahun depan.
Pakar ekonomi digital Eropa dan Amerika Serikat optimis bahwa tekanan inflasi akan membaik untuk tahun depan, bahkan diharapkan sebelum akhir tahun depan, dan kembali ke jalur semula setelah 3 tahun kemudian. Direktur Eksekutif dari Pusat Penelitian Perkembangan Taiwan (Research Center for Taiwan Economic Development (RCTEC) Dachrahn Wu (吳大任) ketika diwawancara menyetujui pandangan ini. Dachrahn Wu mengemukakan, meskipun dalam jangka pendek dan menengah masih ada unsur yang mungkin dapat mendorong kenaikan harga barang seperti konflik Israel dan Hamas, gelombang pengurangan batu bara dan lainnya, tetapi dilihat dari situasi saat ini, tiap tiap negara telah membuka perbatasan kembali sejak tahun lalu, produksi juga perlahan-lahan kembali normal terlebih rantai pasokan RRT yang sudah beranjak pulih ke jalur yang sebelumnya sehingga produksi meningkat pesat, pabrik dapat menurunkan harga jual sehingga pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (CPI) RRT untuk beberapa bulan terakhir ini menunjukan pertumbuhan minus.