(Taiwan, ROC) -- Tetanti AgriBiotech Inc. (TTT), UNIGREEN International, dan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) pada hari ini (28/12) melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (Cooperation Agreement) Pembangunan dan Investasi Pabrik Pengolahan Sampah Organik di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh John Su (蘇翰卿) selaku CEO Unigreen International, Li-sen Young (楊禮亘) selaku Manajer Umum TTT, Dr. Ir. Retno Sri Endah Lestari selaku Ketua Umum ISWI, dan Effendy Wen (溫文惠) selaku penasihat Jokowi Centre.
Manajer Umum TTT, Li-Sen Young (楊禮亘) menyampaikan bahwa kerja sama kali ini tidak hanya sejalan dengan Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP) pemerintah Taiwan, tetapi juga bisa mengatasi masalah pengolahan sampah dapur di Indonesia. Sekarang, mereka menargetkan untuk mengolah 2.600 ton ampas sisa buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari, yang dapat mengurangi sekitar 200 juta kg emisi karbon di Indonesia. Di saat bersamaan, hal ini membantu Indonesia dalam mencapai komitmennya terhadap ekonomi sirkular dan tujuan emisi nol bersih tahun 2050 di masa depan.
Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan memiliki pasar yang besar. Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan dapat menjadi salah satu dari empat negara dengan sistem ekonomi terbesar di dunia. Jumlah penduduk yang besar dan produksi limbah organik yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi.
Jakarta memproduksi lebih dari 70 ribu ton limbah sayur dan buah setiap harinya dan sekarang limbah-limbah tersebut hanya ditumpuk atau dikubur. Hal ini menyebabkan sampah terus menggunung dan mencemari lingkungan. TTT dan UNIGREEN Internasional Indonesia pun berinisiatif untuk menggandeng instansi pengolahan limbah organik pemerintah Indonesia, guna bersama-sama memecahkan permasalahan ini dengan mengolah 2.600 ton limbah sayur dan buah setiap hari, yang memiliki nilai produksi tahunan sekitar NT$200 juta (Rp100 miliar) pada tahap pertama. Di tahap kedua, selain menambah kapasitas pengolahan limbah di Jakarta, mereka juga dikabarkan akan mengekspansi pabrik pengolahan limbah ini ke Bali, Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan kota-kota lainnya, dengan perkiraan nilai produksi tahunan sekitar NT$400 juta (Rp200 miliar).

Manajer Umum TTT Li-Sen Young (楊禮亘) Penasihat Jokowi Centre Effendy Wen (溫文惠), Ketua Umum ISWI Dr. Ir. Retno Sri Endah Lestari, dan CEO Unigreen International John Su (蘇翰卿) menandatangani Cooperation Agreement (foto: Rti)