(Taiwan, ROC) - Indikator komposit sektor manufaktur Taiwan untuk bulan November mencatat penurunan berturut-turut bulan kedua menjadi 93,20 poin, lebih rendah 0,57 poin dari sebulan sebelumnya; sementara indikator komposit untuk sektor jasa untuk pertama kali meningkat 1,37 poin menjadi 92,54 poin setelah penurunan berturut-turut tiga bulan; dan untuk sektor konstruksi juga naik 3,42 poin menjadi 102,82 poin usai anjlok selama dua bulan berturut-turut.
Demikian berdasarkan laporan iklim ekonomi bulanan terbaru yang dirilis oleh Institut Riset Ekonomi Taiwan (TIER) pada hari Senin.
TIER menganalisis, meski indikator sektor manufaktur mengalami penurunan, skalanya tidak besar, sementara naiknya indikator sektor jasa dan konstruksi mencerminkan meningkatnya kebutuhan domestik dan prospek optimistis bagi perkembangan pada tahun depan.
Tapi Presiden TIER Chang Chien-yi (張建一) mengingatkan masih adanya banyak faktor tak tetap yang akan memengaruhi perkembangan ekonomi tahun depan, antara lain Perang Ukraina-Rusia, konflik Israel-Hamas yang akan menjadi lebih gawat andaikata Iran juga menjadi terlibat, kebijakan moneter manca negara, isu angkutan di Laut Merah, dan masalah utang negara-negara Eropa.
Menurutnya, fokus utama perekonomian Taiwan tahun depan adalah ekspor dan investasi, sedangkan konsumsi swasta akan memiliki periode dasar yang relatif tinggi, sehingga dorongannya akan terbatas, dan untuk saat ini diperkirakan laju ekonomi Taiwan akan melebihi 3% tahun depan.
Chang Chien-yi mengatakan, “Jika masalah Laut Merah yakni tarif angkutan tidak terlalu serius, pertumbuhan perdagangan akan meningkat tahun depan, sehingga permintaan perdagangan global juga akan meningkat, dan membantu mendorong ekspor dan investasi di Taiwan. Investasi tahun ini menurun tajam, dan tahun depan karena peningkatan permintaan internasional dan periode dasar yang rendah, investasi akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daripada konsumsi. Jadi tahun depan peningkatan investasi ekspor akan melanjutkan investasi permintaan domestik dan pembangunan umum pemerintah. Jadi secara keseluruhan, tahun depan yang paling penting adalah investasi dan ekspor.”
Mengenai pengumuman Tiongkok tentang dibatalkannya konsesi tarif untuk 12 produk petrokimia ECFA Taiwan, Chang merespons bahwa Kementerian Perekonomian akan menyampaikan keterangan terkait dalam beberapa hari mendatang, namun proporsi 12 produk ini dalam ekspor produk petrokimia total ke Tiongkok sangatlah rendah, maka dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu besar.