(Taiwan, ROC) - Nilai ekspor Taiwan pada bulan Oktober berjumlah US$38,11 miliar, turun 1,8% dari bulan September dan berkurang 4,5% banding US$39,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Tapi seiring meningkatnya kebutuhan konsumen dan berkembangnya teknologi AI serta layanan berbasis awan, nilai ekspor total untuk 2023 diperkirakan menembus US$400 miliar berturut-turut tiga tahun, dan mencatat rekor tertinggi ketiga dalam sejarah.
Demikian ditegaskan oleh Menteri Keuangan Chuang Tsui-yun (莊翠雲) saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada hari Senin, menanggapi pertanyaan legislator perihal turunnya nilai ekspor Oktober.
Menurut Chuang, akumulasi nilai ekspor dari Januari hingga Oktober tahun ini telah mencapai US$355,1 miliar, jika ditambah dengan November dan Desember, di mana kebutuhan pasar biasanya lebih tinggi karena akhir tahun, nilai ekspor total untuk 2023 kemungkinan besar akan melampaui US$400 miliar.
Chuang Tsui-yun mengatakan, “Selain tertinggi pada tahun 2021 dan 2022, tahun ini juga akan melampaui US$400 miliar. Ini sudah sudah lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, karena tahun 2017 jumlahnya hanya di atas US$200 miliar. Setelah itu menembus US$300 miliar pada tahun yang sama, melebihi US$400 miliar pada tahun 2021 dan 2022. Tahun ini, nilai ekspor kita tetap akan melebihi US$400 miliar.”
Perihal prospek perekonomian domestik untuk beberapa bulan ke depan, Menteri Chuang mengungkapkan bahwa konsumsi swasta dalam negeri, termasuk industri ritel dan katering, terus tumbuh, momentum konsumsi stabil, maka ia optimistis terhadap perkembangan untuk tahun depan.
Sejumlah legislator juga mengungkapkan, Amerika Serikat akan menghadapi masalah seperti lemahnya pasar perumahan, kenaikan harga minyak, dan buruknya pembiayaan swasta pada tahun depan, dan masalah-masalah ini dikhawatirkan akan menjadi risiko resesi ekonomi yang memengaruhi momentum ekspor Taiwan.
Atas hal ini, Chuang mengatakan bahwa selain AS, Taiwan juga mengekspor ke banyak ekonomi besar lainnya, dan dengan meningkatnya pertumbuhan volume perdagangan dunia seiring naiknya kebutuhan kembali ke tingkat normal, ditambah dengan kinerja dari kemajuan teknologi, nilai ekspor Taiwan diperkirakan naik sebanyak 6,3% untuk tahun depan.