(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2021, perusahaan Evergreen Marine memberikan bonus tahunan yang mengesankan sebanyak 40 bulan gaji kepada karyawan mereka, yang kemudian mengejutkan seantero Taiwan.
Di kala tersebut, banyak netizen yang mengungkapkan keinginan mereka untuk bergabung dan bekerja di perusahaan bersangkutan.
Namun, cabang dari induk perusahaan yang sama, yakni Evergreen Airlines (EVA Air), hanya menerima bonus tahunan sebanyak 3 bulan pada tahun bersangkutan.
Tentu saja hal ini kemudian memicu diskusi hangat para warga yang menyoroti perbedaan perlakuan yang mencolok antara sektor pelayaran dan penerbangan.

Evergreen Marine
Baru-baru ini, muncul desas-desus bahwa EVA Air mungkin akan menawarkan bonus 5 hingga 6 bulan untuk tahun 2023. Menanggapi hal ini, serikat pekerja perusahaan mengkritik keras angka tersebut, yang dinilai sebagai upaya untuk semata-mata ‘menenangkan’ staf darat.
Serikat pekerja menekankan bahwa setelah pandemi, operasi penerbangan telah pulih secara signifikan. Laba bersih EVA Air setelah pajak diperkirakan mencapai rekor tertinggi sebesar NT$16,4 miliar untuk periode tiga kuartal pertama tahun 2023, dengan ekspektasi pertumbuhan yang berkelanjutan pada kuartal keempat.
Serikat pekerja menambahkan, pada tahun 2016 dan 2018, yang mana di kala tersebut laba perusahaan hanya berkisar NT$3,4 miliar dan NT$ 6,5 miliar, EVA Air mendistribusikan bonus tahunan sebanyak 4 bulan.
Mengingat keuntungan yang jauh lebih tinggi pada tahun 2023, maka peningkatan bonus hanya satu bulan dianggap tidak dapat diterima oleh staf darat. Serikat pekerja percaya bahwa menetapkan bonus 5 bulan sebagai batas maksimum, seolah-olah mengirim pesan bahwa karyawan hanya dapat mengharapkan lebih sedikit di masa mendatang.

EVA Air
Serikat pekerja EVA Air menekankan bahwa, sejak pandemi hingga pasca-pandemi, performa keseluruhan perusahaan telah jauh melampaui pesaingnya, yakni China Airlines, tetapi kondisi kerja para karyawan malah jauh tertinggal.
Sejak tahun 2020, gaji rata-rata dan median karyawan EVA Air selalu lebih rendah dari China Airlines sebesar lebih dari NT$300.000, yang berarti selama tiga tahun jenjang gaji antara kedua perusahaan berbeda sebanyak NT$1 juta.
Dengan kata lain, perusahaan EVA Air telah menghemat biaya sejumlah puluhan miliar NT$. Sikap EVA Air yang enggan berbagi keuntungan dengan staf lapangan telah menimbulkan kemarahan di antara karyawan.

Staf darat (lapangan) EVA Air
Serikat pekerja EVA Air mengungkapkan bahwa mereka akan berdiskusi dan berunding dengan manajemen perusahaan pada tanggal 5 Desember 2023 mendatang, membahas bonus tahunan dan rencana penyesuaian gaji tahunan.
Mereka mendesak EVA Air untuk mengajukan rencana yang substansial dan nyata bagi staf lapangan. Mereka berpendapat bahwa bonus tahunan harus mencerminkan pertumbuhan proporsional laba bersih yang diperoleh perusahaan, dengan minimal 10 hingga 16 bulan gaji sebagai bonus, dan penyesuaian gaji tahunan minimal NT$5.000.
Menanggapi seruan serikat pekerja, pihak EVA Air telah merespons dengan menyatakan komitmen mereka untuk operasi berkelanjutan dan tanggung jawab mereka dalam merawat karyawan. Mereka menyatakan kesediaan untuk berbagi hasil usaha dengan karyawan, meskipun bonus tahunan masih dalam tahap diskusi.